Bupati Tersangka Tutup Pabrik Semen Liar Milik Cina itu Ternyata dari PAN, Partai yang Tolak UU Pemilu


Yasti Soepredjo Mokoagow (foto;istimewa)Yasti Soepredjo Mokoagow (foto;istimewa)
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy“Bupati Bolaang Mongondouw (Bolmong) Yasti Soeprejo Mokoagow yang dijadikan tersangka, karena ketegasannya menutup pabrik semen milik Cina,  PT Conch North Sulawesi Cement bermasalah, ternyata politisi PAN (Partai Amanat Nasional) dan baru dua bulan dilantik.”

BUPATI wanita itu, baru dua bulan menduduki jabatannya, dilantik pada 22 Mei 2017. Dia mantan anggota DPR-RI dari Partai Amanat Nasional (PAN), salah satu partai yang bersama Fraksi Gerindra, Demokrat, dan PKS, walk-out terhadap pengesahan UU Pemilu oleh Ketua DPR – Setya Novanto, tersangka kasus korupsi E-KTP, Jumat (21 Juli 2017) dinihari.

Baru dua bulan menjadi Bupati Yasti unjuk gigi dengan ketegasannya, menutup pabrik semen liar milik Cina  tersebut bersama perangkat penegak hukum bawahannya (Satpol PP), 5 Juni 2017, dalam proses penyidikan polisi setelah gelar perkara, politisi asal  PAN ini, Selasa (25 Juli 2017)  resmi ditetapkan sebagai tersangka otak perusakan perusahaan semen bermasalah milik Cina itu yang beroperasi di Inobonto Satu, Kecamatann Bolaang Mongondouw (Bolmong). (Baca Artikel terkait sebelumnya > 27 Juli 2017 > Peristiwa: Apa Pendapat Anda? Cina Melanggar Aturan Dibela, Bupati Tegas Dibilang Arogan dan Jadi Tersangka)

Kapolda Sulut – Irjen   Bambang Waskito, seperti dilansir Manado Post (jpnn), Selasa (25 Juli 2017), sebelumnya sudah menegaskan, dalam pertemuan bersama presiden, ada arahan langsung terkait investor. Atas dasar itu, Waskito tidak ragu bertindak tegas. Investor yang sudah masuk harus mendapat rasa aman dan nyaman.

“Terkait pengrusakan PT Conch, sekali pun sudah ada kesepakatan damai, polisi akan memproses terus. Ini bukan delik aduan,” tegas Waskito. *borneonusantaratime/ berbagai sumber



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *