Beginilah Tatacara Penobatan Sultan Qadriyah IX


Saat kopiah putih dicopot dan diganti dengan imamah (sorban).Saat kopiah putih dicopot dan diganti dengan imamah (sorban).
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy“Bagi Anda yang tak sempat menyaksikan peristiwa budaya yang hanya sekali seumur hidup ini, beginilah selengkapnya tatacara penobatan Sultan Pontianak IX dari Kerajaan Qadriyah.”

SETELAH Permaisuri Ratu Laila Perdana Agung memberikan Titah Penobatan dari Kerajaan Qadriyah, dan Sultan Palembang Darussalam – Iskandar Mahmud Badaruddin membacakan Titah Penobatan guna menobatkan Putera Mahkota Pangeran Ratu Agung Seri Mahkota Maharaja Syarif Machmud Alqadrie bin Sultan Syarif Abubakar Alqadrie sebagai Sultan Pontianak IX, belum berarti prosesi penobatan tersebut berakhir.

Setelah titah penobatan dibacakan, dilanjutkan dengan pemakaian Kalung Perak Kerajaan oleh Pangeran Bendahara Seri Negara – Syarif Selamet Yusuf Alqadrie (Om Simon), saudara sepupu alahyarham Maulana Seri Sultan Syarif Abubakar Alqadri.

Dilanjutkan pula dengan membuka kopiah putih Putera Mahkota, menggantinya dengan pemasangan Imamah (sorban) Kerajaan yang hanya dapat dikenakan oleh Sultan, dilaksanakan oleh Habib Hasan bin Habib Mustafa bin Habib Saleh Alhaddad.

Prosesi ini berakhir dengan penyerahan Tongkat dan Keris pusaka  Kerajaan Qadriyah yang diserahkan oleh Pangeran Laksamana Sepuh – Syarif Hasan Alqadrie.

Dengan demikian utuhlah legalitas Pangeran Ratu Agung Seri Maharaja memikul tanggungjawab sebagai Seri Paduka Maulana Sultan Syarif Machmud Melvin Alqadrie, SH sebagai Sultan Pontianak IX menggantikan ayahandanya Sultan Pontianak VIII –    Maulana Seri Sultan Syarif Abubakar Alqadrie yang mangkat pada hari Jumat 31 Maret 2017.

Sebelum dan sesudah penobatan. Kiri, atribut Putera Mahkota. Kanan, atribut Sultan.

Sebelum dan sesudah penobatan. Kiri, atribut Putera Mahkota. Kanan, atribut Sultan.

 

 

 

 

 

 

Seluruh prosesi penobatan tersebut diiringi dengan salawat sahut bersahut yang membuat merinding mengingat kebesaran Allah SWT. Ditutup dengan doa oleh Habib Hasan bin Habib Mustafa bin Habib Saleh Alhadad. *borneonusantaratime



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *