Pagar Makan Tanaman, Penjaga Malam Gasak Barang Dagangan Tempatnya Bekerja


Tersangka Ahmadi Penjaga Malam yang Maling
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy“Berhati-hatilah bila merekrut tenaga penjaga malam, jika tak ingin merugi karena si penjaga malam sebaliknya malah bertindak bak pagar makan tanaman.”

ADALAH Ahmadi (35) penjaga malam PT.Tirta Kencana Tatawarna yang menyalahgunakan kepercayaan perusahaan tempatnya bekerja, malah mengguras harta-benda perusahaan yang mestinya dia amankan dari kejahatan.

Setelah cukup lama beraksi dengan aman dan berkelanjutan, dan setelah ditangkap polisi, Ahmadi mengakui perbuatannya dengan dalih karena sakit hati gaji tidak dibayar satu bulan oleh pihak perusahaan.

Ahmadi curhat kepada seorang temannya – Amrullah, dan mengajak Amrullah untuk menggasak barang barang di tempat dia bekerja sebagai penjaga malam.

Pencurian yang dilakukan oleh Ahmadi itu, kata Kapolsek Ambawang – AKP  Hardik, pada sekitar delapan bulan silam dan baru ketahuan satu bulan lalu.

“Ahmadi melakukan pencurian, pada saat dia masuk kerja (malam). Masuk ke dalam toko dengan cara menyungkil pintu samping dari luar,” kata Hardik,  Jumat (9 Juni 2017).

Barang barang yang dicuri berupa cat, furnitur serta ban mobil serep (cadangan) yang dibawa menggunakan sepeda motor kepada para pemesannya. “Pelaku mencari para pembeli, dengan harga yang ditawarkan dibawah harga pasar,” paparnya.

Ketahuan sebagian barang milik perusahaan hilang, setelah pihak perusahaan melakukan audit. Setelah dilakukan pengusutan, ternyata barang barang tersebut memang sudah tidak ada lagi di tempat semula.

AKP Hardik menuturkan, setelah laporan dari pihak perusahaan, anggota Reskrim Polsek Ambawang (Kab.Kubu Raya) pun melakukan penyelidikan dan didapatlah dua nama sebagai pelaku. Penangkapan langsung dilakukan, dan setelah diintrogasi barulah pelaku  mengakui para pembeli hasil curiannya.

Pencarian berbagai barang bukti dilakukan atas petunjuk pelaku, didapatlah satu dus yang berisikan tiga kaleng cat merk No Drop. Empat dus berisikan empat kaleng cat merk No Drop, dua meja tv ukuran kecil warna kuning, serta satu buah meja besar warna coklat.

Kerugian yang diderita perusahaan sebesar Rp.140 juta dan kedua pelaku dikenakan pasal 363 dengan ancaman diatas lima tahun.*borneonusantaratime

*editor: eaz



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *