Dua Wanita Jadi Korban Penusukan Bandit Palembang yang Kembali Beraksi di Pontianak, Dihajar Warga di “dor” Polisi


Tersangka Eko Saputra Bandit Palembang
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy“Komplotan Bandit asal Palembang – Sumatera Selatan, ternyata tak kapok beraksi di Pontianak – Kalimantan Barat, setelah beberapa kelompok lainnya dalam kasus pecah kaca mobil dan kejahatan lainnya berhasil dilumpuhkan polisi di provinsi yang berbatasan langsung dengan Malaysia ini.”

DI BULAN suci Ramadan ini, satu diantara 4 kawanan penjahat yang juga asal Palembang, Eko Saputra (28) berhasil dilumpuhkan, bukan oleh polisi – tapi oleh warga yang memberikan pertolongan kepada korban. Dia nyaris tewas dihajar warga, setelah berusaha menjamret dan melukai korban yang baru keluar dari  ATM BRI PTPN XIII di Jl. Sutan Syahrir, Pontianak Kota.

Hari itu, Jumat (9 Juni 2017) sekira jam 10.00 WIB, Jumarni (19) baru saja keluar dari dalam kamar mesin ATM tersebut, tiba-tiba muncul seorang laki-laki merampas tas yang ada di tangannya. Jumarni yang terkejut sepontan berteriak minta tolong, dan seorang laki-laki lainnya menendang Jumarni dari arah belakang sehingga Jumarni tersungkur. Sementara pelaku yang merampas tasnya, menusukkan senjata tajam dan melukai rusuk sebelah kiri dan tergores di tangan kiri Lily Dahlia (19) yang bersama Jumarni

Seorang juru parkir – Edy, yang mendengar teriakan Jumarni segera maju untuk memberikan pertolongan. Namun, Edy yang berusaha menangkap pelaku, malah ikut menjadi korban penusukan dengan  empat luka robek pada bagian bahu kanan dan lengan kanan. Tapi juru parkir heroic ini berhasil membekuk pelaku dan kemudian dihajar massa, sementara pelaku lain berhasil kabur dengan sepedamotor.

Menurut keterangan Jumayarni, pelaku yang belakangan diketahui bernama Eko Saputra itu,  berusaha merampas tas yang dibawa olehnya ketika baru keluar dari mengecek saldo di ATM tersebut. “Pelaku mengeluarkan senjata tajam dan menusukan pisau itu pada Lili Dahlia yang mengenai bagian punggung. Saya sendiri ditendang oleh pelaku lainnya,” ujarnya di Bidokes Bhayangkara Anton Sujarwo, Polda Kalbar.

Ketiganya, Jumarni – warga Kota Baru, Pontianak Selatan, Lily Dahlia – asal Desa Punggur Kecil, Kab.Kubu Raya, dan Edy – juru parkir diperbolehkan pulang setelah siberikan pengobatan luka-lukanya.

Penangkapan yang dilakukan oleh Edy dibenarkan oleh Kasat Reskrim Mapolresta Pontianak – Kompol  Muhammad Husni. Mendapat laporan dari warga, terangnya, anggota Jatanras Polresta Pontianak langsung mendatangi lokasi kejadian.

“Pelaku kita dapati sudah ditangkap dan sempat mendapat pukulan dari warga yang berada dilokasi. Beruntung nyawa pelaku ini masih dapat diselamatkan,” ungkapnya.

Eko, kata Husni, melakukan aksinya bersama dengan Amri, Andika dan Ilham yang kesemuanya baru satu minggu berasal dari Palembang. Mereka tinggal numpang di rumah mertua Ilham di Jl.Panglima A’im Kompl.Bahari Mas, Pontianak Timur.

Dalam aksinya, Eko sebagai eksekutor dan membawa Sajam jenis gunting yang sudah dimodifikasi, dan Amri sebagai pengemudi sepedamotor sewaan Ilham.

Ketika diminta untuk menujukan dan pengeledahan di kediaman Ilham, Eko dengan tangan terborgol dibelakang memanfaatkan situasi dan berusaha kabur. “Tembakan peringatan tak diindahkan Eko, dia  tetap berusaha kabur. Terpaksa satu peluru diarahkan pada bagian kaki kiri dan kemudian langsung dibawa ke R.S. Anton Soedjarwo untuk mendapatkan perawatan medis,” imbuhnya.

Eko dikenakan pasal 363 KUHP sementara Amri, Andika, dan Ilham ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). *borneonusantaratime

*editor: eaz



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *