Bawang Putih Jadi ‘Provokator’ Harga-harga jelang Idul Fitri 1438 H


Pasar-Flamboyan-Pontianak
[ A+ ] /[ A- ]

 

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy“Semenjak beberapa waktu lalu Gubernur Cornelis tanpa sungkan memproklamirkan dirinya sebagai provokator pengusiran para ulama masuk Kalbar, predikat ‘provakator’ jadi populer dipakai orang untuk hal-hal lain.”

 KALI ini istilah ‘provokator’ melekat pada harga bawang putih. Betapa tidak, sementara harga bahan kebutuhan pokok lainnya masih bisa terkendali kondusif-stabil, dikejutkan oleh lonjakan harga bawang putih yang seakan memprovokasi harga-harga lainnya untuk ikut melonjak mahal jelang lebaran 2017 kini.

Sampai dengan dua-tiga hari menjelang Ramadan ini bawang putih hanya antara Rp.30,000.00 – Rp.40,000.00 / kg, sejak sehari menjelang hari pertama puasa, harga bawang putih di Kalbar – utamanya di kota Pontianak, melambung menjadi Rp.130,000.00/kg, sementara bawang merah diujung harga bawang putih, Rp.30,000.00/kg.

Operasi  pasar yang dilakukan oleh pemerintah kota Pontianak, Selasa (30 Mei 2017), tak dapat menggoyang harga pasaran bawang putih.  Bawang putih yang diharuskan Waliota Sutarmidji dengan harga berkisar Rp.32,000 – Rp.38,000.00 yang disebut-sebut ex import asal Tiongkok, dinilai penyalur  maupun warga konsumen berkualitas buruk, hitam dan kempes.

“Kita tak mungkinlah menjual bawang kw (kwalitas buruk) walaupun dengan harga murah, bisa-bisa diamuk massa,” cetus seorang pedagang Sembako di Pasar Dahlia, Pontianak Barat.

Menurutnya, mana mungkin menjual dengan harga maksimal Rp.38,000.00, sedangkan modal Rp.41,500,-/kg atau Rp.830,000.00/karung dan bisa lebih. Maka saat ini harga bawang putih kwalitas baik di pasar-pasar  tradisionil sempat bermain di kisaran Rp.45,000.00, dan sekarang antara Rp.60,000.00/kg.

Klik hire:

Harga Sembako yang terlihat ikut merangkak naik memasuki 10 hari puasa saat ini  di pasar-pasar tradisionil yang ada di ibukota Prov.Kalbar ini adalah telur ayam. Jika sebelumnya, harga telur ayam  negeri berkisar antara Rp.1,200.00 berbanding Rp.100,00 s/d Rp.1,500.00/butir, kini mulai merangkak s/d paling tinggi Rp.1,600.00/butir tak beda dengan harga menjelang lebaran tahun 2016.

Kita perkirakan menjelang lebaran, kata seorang pedagang telur di Pasar Flamboyan,  bisa menyapai Rp.1,800.00 dan paling murah yang kecil Rp.1,300.00/butir. Sementara itu harga telur ayam kampung saat ini masih Rp.2,500.00/butir.

Sementara itu daging sapi masih stabil dengan harga Rp.130,000.00/kg, begitu pula kambing masih Rp.140,000.00/kg. Sedangkan  ayam potong Rp.28,000.00/kg, turun Rp.5,000.00 jika dibanding dengan sehari menjelang puasa, Rp.33,000.00/kg. Ayam kampung antara Rp.38,000.00 – Rp.40,000.00/kg.

Cabe rawit makin terasa pedas dengan lonjakan harganya yang sebelumnya Rp.48,000.00 sudah menusuk ke harga Rp.80,000,000 s/d Rp.90,000.00/kg. Cabe merah masih bertahan di angka Rp.30,000.00/kg.

Harga ayam, oleh seorang ibu di Pasar Dahlia – Pontianak Barat disebut lebih murah jika dibandingkan dengan harga ikan laut. Ikan Gembung saja, katanya, Rp.35,000.00/kg, Tenggiri Rp.85,000.00/kg, dan udang Rp.120,000.00/kg.

Nenas yang menjadi primadona penyedap kue Tar Bungkus atau Tar Nenas, tetap tak bergerak seperti hari-hari sebelumnya, antara Rp.5,000 – Rp.6,000.00/buah.  Dalam  tiga kali lebaran belakangan ini, harga nenas tetap stabil dibanding sebelumnya yang pernah menyapai Rp.8,000.00 – Rp.12,000.00/buah. Juga pasaran gula masih biasa, Rp.13,000.00/kg, dan diharapkan tidak mengalami lonjakan  harga.

Betapa pun harga-harga di sana-sini menggigit anggaran belanja dapur, namun semarak Ramadan – bulan yang selalu dirindukan umat Islam, tetap dijalani dengan suka cita.

Selamat melaksanakan ibadah bulan suci Ramadan. *borneonusantaratime



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *