Usai Nistakan Bulan Puasa, Pria Sombong ini Spontan Menerima Hukum Allah, Tewas Mengenaskan


Korban tewas penista bulan puasa
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy“Seorang pria menerima akibat dari kesombongan dirinya, dengan lisannya dia menistakan eksistensi bulan suci Ramadan yang dimuliakan umat Islam.”

PRIA sombong itu tewas tersambar kereta api yang melintas di Desa Panjatan, Kecamatan Karanganyar, Kebumen, Jawa Tengah. Sebelum kejadian, seorang saksi mengatakan,  korban baru saja mengucapkan perkataan soal puasa.

“Ora sah puasa, ngesuk wis kiamat (tidak usah puasa, besok kiamat),” sesumbar korban berucap sebelum tewas seperti ditirukan  saksi mata yang tidak ingin disebutkan identitasnya itu.

Tubuh korban yang saat itu hendak menyeberang rel harus terpental dan meninggal di TKP seketika, saat kereta api Kutojaya jurusan Bandung melintas.

Kereta yang dimasinisi M. Sodik, menabrak pria malang itu pada Senin (29 Mei 2017) sekira jam 10.08 WIB.

“Saat korban menyeberang tidak sadar, bahwa kereta api Kutojaya melaju dari arah timur jurusan Bandung. Kecelakaan tidak bisa dihindarkan,” terang Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Willy Budiyanto.

Kasusnya telah ditangani oleh INAFIS Polres Kebumen dan Polsek Karanganyar.

Korban yang semula dilaporkan tanpa identitas, ternyata adalah pria bernama M Siro Salikin (26) warga dukuh Sengon Selatan kecamatan Buluspesantren kabupaten Kebumen.

korban penista puasa Ramadan

Berdasarkan informasi yang diperoleh, jenazah sudah dijemput oleh pihak keluarga. tad

Menurut penuturan Kapolres Kebumen AKBP titi Hastuti, melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen – AKP  Willy Budiyanto, korban berhasil teridentifikasi melalui alat mambis milik Inafis Polres Kebumen.

Saat dilakukan pengecekan sidik jarinya menggunakan alat mambis, korban  bernama M Siro Salikin.

Selanjutnya, polisi menghubungi pihak keluarga dan jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. *borneonusantaratime/postmetro > re-edit



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *