Puji Kapolda Kalbar yang Baru, ini Kata Habieb Abdurakhman Ali Almutahar :


Habib Abdurakhman Ali Almutahar usai bertemu Kapolda Brigjen Erwin Triwanto
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy“Berkenaan dua kali pengusiran Ulama di Kalimantan Barat – dimotori  oleh Gubernur Cornelis yang membuat kemarahan umat Islam meluap khususnya di provinsi ini, ini penjelasan Habieb Abdrakhman seusai pertemuan tertutup dengan Kapolda Brigjen Erwin Triwanto.”

SEPERTI diketahui aksi unjuk rasa umat Islam terkait pengusiran ulama di Kalbar, sudah empat kali dilakukan.

Aksi pertama dan kedua, Jumat 13 dan 20 Januari 2017 terkait penghadangan bersenjata dan pengusiran terhadap Ustadz Teuku Zulkarnaen di Bandara ‘Susilo’ Kabupaten Sintang, Kamis (12 Januari 2017). Padahal itu undangan resmi Bupati Sintang dalam rangka memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW.

Lalu,  pengusiran ulama kali kedua di Pontianak, kota yang didirikan oleh Sultan Syarif Abdurahman pada 1771 ini. Kamis, (5 Mei 2017), Ustadz Sobri Lubis dan Ustadz Bachtiar Nasir, di Bandara Internasional ‘Supadio’ Kubu Raya – Pontianak, diperlakukan sama seperti terhadap Ustadz Teuku Zulkarnaen di Bandara ‘Susilo’ Sintang. Kedua ulama ini pun balik arah tak dapat member Tausiyah dalam rangka Isra’ Mikraj di Kabupaten Mempawah.

Tak pelak memicu aksi POM (Persatuan Orang Melayu) Kalbar di Taman Digulis – Kota Pontianak, Sabtu (6 Mei 2017) sore, menuntut minta pertangunganjawab Gubernur Cornelis, karena pada pekan terakhir April 2017 menyebut sebagai  perpanjangan tangan pemerintah pusat,  menyatakan dirinya adalah provokator pengusiran ulama di Kalbar.

Aksi Bela Ulama oleh POM tersebut, dilanjutkan dengan jilid II, Gerakan Aksi Bela Ulama 205, Sabtu (20 Mei 2017) bakda Asar – sekaligus  Pawai Taaruf menyambut bulan suci Ramadan 1438H.

Dengan bertitik tolak dari Masjid Raya Mujahidin di Jl.Ahmad Yani I, sedikitnya 20.000 Muslimin/Muslimah long marck menuju Mapolda Kalbar sekitar lk 2km di jalur yang sama, dipimpin sejumlah ulama dan tokoh agama serta pemuka dari Kerajaan Qadriyah, Pontianak.

Sementara massa bergantian terus berorasi di halaman depan Mapolda Kalbar, belasan ulama – dipimpin Habib Abdurakhman Ali Almutahar, Spd, I.,berkenan diterima Kapolda Kalbar yang baru – Brigjen Erwin Triwanto, di ruang kerjanya.

Pertemuan yang intinya melaporkan pelaku dan promotor pengusiran ulama di Bandara ‘Susilo’ Sintang dan Bandara Internasional ‘Supadio’ Kubu Raya – Pontianak itu, berlangsung tertutup selama lk.1,5 jam.

>

 “Beliau (Brigjen Pol Erwin Triwanto, Red.) sangat santun kepada kami, masyaallah”

  <

Usai pertemuan tersebut, Habieb Abdurakhman Almutahar kepada wartawan, memuji Kapolda Erwin Triwanto yang dinilainya elegan. Berkali-kali Habib Abdurakhman mengucapkan ‘Masyaallah’ atas pertemuan yang berlangsung apik.

Kapolda Kalbar yang lama Irjen Musyafak dan penggantinya Brigjen Erwin Triwanto, Kanan.

Kapolda Kalbar yang lama Irjen Musyafak dan penggantinya Brigjen Erwin Triwanto, Kanan.

“Kapolda tadi mengatakan akan memeroses secara hukum, dan kami nanti kembali akan mendatangkan ulama-ulama kami. Dan beliau masyaallah, masyaallah tanggapan beliau, beliau luarbiasa, dan saya pun bangga dengan Kapolda yang sekarang. Beliau mengatakan, kalau akan mendatangkan tamu-ulamahendaknya dibangun koordinasi terlebih dahulu. Lebih dari itu, beliau sangat santun kepada kami, masyaallah. Masyaalah,” kata Habieb Abdurakhman Ali Almutahar tentang Brigjen Erwin Triwanto yang baru menjabat Kapolda Kalbar pada 28 April 2017 menggantikan Irjen Musyafak yang belum setahun.

“Yang jelas, kami minta Cornelis diproses secara hukum, karena ini negara hukum. Kami tak ingin terjadi lagi pengusiran terhadap ulama kami, karena itu symbol agama kami, kami minta ulama diamankan (diberi pengamanan, Red.) bukan diusir,” tegasnya.

Entah barangkali pernah mengalami pemlintiran ucapan oleh media tertentu, Habieb Abdurakhman Ali Almutahar yang ustadz di berbagai pesantren itu mengingatkan; “Nah, ini tolong ucapan saya jangan dipelintir-pelintir. Apa yang saya katakana, itu yang diterbitkan, jangan yang lain-lainnya. Ini saja dari saya,” pungkasnya. *borneonusantaratime



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *