Pangeran Boim Canangkan Tiga Tuntutan untuk Gubernur Aktor Intelektuan Pengusiran Ulama


Pangeran Syarif Hasan Basri Alqadrie.Pangeran Syarif Hasan Basri Alqadrie.
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy“Sementara belasan perwakilan Gerakan Aksi Bela Ulama (GABU) 205 di terima Kapolda Brigjen Erwin Triwanto di ruang kerjanya, borneonusantaratime berkesempatan menemui Korlap Aksi – Pangeran  Syarif Hasan Basri Alqadrie di lobi Mapolda, Sabtu (20 Mei 2017) petang.”

TERUS terang kami menilai, kata Syarif Hasan Basri yang biasa disapa dengan nama Pangeran Boim, ada keberpihakan aparat keamanan kepada kekuasaan yang gembar-gembor menyebut NKRI harga mati, pro pancasila, anti radikal dan intoleran, tapi dia sendiri intoleran.

 

“Apa Cornelis itu tidak radikal dan intoleran? Dia dengan mengompori massa etnisnya, bahkan mengomandoi langsung pengusiran ulama seperti terhadap Ustadz Tengku Zulkarnaen di Bandara Susilo Kab.Sintang, lalu Ustadz  Sobri Lubis dan Bachtiar Nasir di Bandara Supadio Pontianak beberapa hari yang lalu. Pancasilaiskah itu? Toleransikah itu? Apa tidak radikal itu?” kata Pangeran Boim.

“Kami tidak memusuhi Dayak, tapi kami membenci mulut bensin Cornelis yang melecehkan ulama,” ujar Boim.

Menurut Boim, tidak ada misi politik sama sekali dari GABU 205 selain daripada bela ulama dan bela Islam. Ada tiga tuntutan dari GABU 205.

Pertama usut dan tangkap para pelaku bersenjata Mandau yang menghadangan dan mengusir Ustadz Tengku Zulkarnaen di Bandara ‘Susilo’ Kab.Sintang.

Kedua, tindakan hukum yang sama terhadap penghadang dan pengusiran terhadap Ustadz Sobri Lubis dan Ustadz Bachtiar Nasir di Bandara ‘Supadio’ Pontianak, Jumat (7 Mei 2017).

Ketiga dan yang utama, proses hukum Cornelis yang merupakan actor intelektual pengusiran para ulama tersebut dengan terang-terangan dalam acara resmi, bahwa dirinya adalah yang menjadi provokator pengusiran para ulama agar tidak masuk Kalbar.

“Tak kalah penting kita revieu selidiki kembali dan periksa pelaku pembakaran gedung Sekretariat DPRD Kabupaten Mempawah yang isunya dilakukan oleh Cornelis ini. Tuntaskan pemeriksaannya, agar tidak menjadi fitnah berkepanjangan,” tambah Boim.

Cornelis."saya provokatornya"

Cornelis.“saya provokatornya”

“Tidak ada gubernur lain di Indonesia ini yang menyebut dirinya provokator, selain Cornelis,” imbuh Pangeran Boim.

“Bagaimana pedihnya jadi orang yang terusir – apalagi pejabat tinggi, akhirnya dirasakan juga oleh Cornelis dan isteri ketika kunjungan kerja di Aceh, yang dengan muka pucat karena diusir massa rakyat Aceh yang ikut merasa terluka karena ulah mulut premannya mengusir ulama tak boleh masuk Kalbar. Menjadi viral di media sosial dan media massa,” katanya.

“Kita berharap Kapolda Kalbar yang baru sekarang ini, bisa  benar-benar menaruh perhatian terhadap hati umat Islam yang terluka dengan menegakan hukum setegak-tegaknya,” tutup Pangeran Boim, salah seorang anak mantu Sultan Syarif Abubakar Alqadrie yang belum lama ini mangkat,  dari Kerajaan Qadriyah, Pontianak. *borneonusantaratime



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *