Oknum Polisi Ancam Wartawan yang Meliput : “Hapus Poto atau Berhenti Jadi Wartawan”


oknum-polisi-polda-metro-jaya-paksa-wartawan-hapus-foto-liputan-lHh
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy“Dengan bentakan hapus poto, ditambah kalimat ‘atau kalian berhenti jadi wartawan’, ini sudah merupakan ancaman serius.”

HUBUNGAN harmonis antara Pers dan Polri selama ini sebagai jalinan interaksi positip antara pers-pemerintah-dan masyarakat, jadi terganggu dan tak tentram dalam menjalankan tugas profesi yang dilindungi oleh undang-undang.

Pasalnya,  dalam penggerebekan sebuah rumah mewah yang diduga dijadikan tempat persembunyian gembong penipuan dan judi berbasis online, sempat terjadi insiden yang tak mengenakan bagi wartawan. Dilansir postmetro, Rabu (10 Mei 2017).

Ketika  awak media yang mendengar informasi adanya penggerebekan itu, langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan peliputan.

Namun setiba di lokasi, seorang oknum anggota polisi dari Polda Metro Jaya yang tak diketahui identitasnya sempat menghalang-halangi awak media.

“Kalian siapa. Ngapain di sini dan foto-foto lokasi ini. Mau dihapus atau kalian berhenti jadi wartawan,” kata Sri H, salah seorang wartawan yang menjadi korban, menirukan perkataan sang oknum.

Merasa ketakutan, Sri pun akhirnya memberikan secara paksa menghapus foto di ponselnya. “Ini jelas pelanggaran Undang-Undaang pers. Polisi itu menghalangi tugas wartawan,” jelasnya.

“Mestinya si oknum bisa bertindak bijak, untuk pemberitaannya supaya dipending dulu sebelum konfirmasi ke Polda atau Humas Polda (Metro Jaya), tentu didengarkan wartawan. Kalimat atau kalian berhenti jadi wartawan, itu ancaman serius dan mengerikan lho,” ujar Effendy Asmara Zola, wartawan senior di Kalbar. *borneonusantaratime/postmetro > re-edit



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *