Muslim Menggeruduk Mulut Besar Gubernur Cornelis Usir Ulama


Menggeruduk Mulut Besar Cornelis
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy“Situasi dan kondisi kondusif di Kalimantan Barat, tiba-tiba jadi menggelegak oleh ujaran pedas orang nomor wahid di provinsi ini, Gubernur Cornelis. Orang Melayu yang nota bene adalah Muslim tersinggung berat dan ternistakan.”

 pita-merah-please-share

KATA-katanya yang tidak pantas atau tidak etis, disikapi seragam oleh umat Islam di provinsi ini, penghinaan! Dimana pada video yang beredar dengan tegas dan jelas, Cornelis mengatakan; “Kalau Habib Rizieq atau Teuku Zulkarnaen datang, kita usir! Saya yang jadi provokatornya!”

Pernyataan berbungkus hukum, NKRI dan intoleransi yang diucapkan dalam sebuah upacara adat yang dihadiri oleh sejumlah penguasa tertinggi yang ada di provinsi ini, beredar di medsos Youtube berdurasi 2,50 menit.

Seperti diberitakan terdahulu, sejumlah orang berpakaian adat dan mengacung-acungkan senjata tajam, menyeruak masuk Bandara Susilo Kab.Sintang, mengusir Tengku Zulkarnaen – Wasekjen MUI yang sudah siap menuruni tangga pesawat, Padahal ulama tersebut memenuhi undangan resmi Bupati Sintang guna menyampaikan tausiyah berkenaan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW.(Artikel terkait > 20 Januari 2017 > Peristiwa: Kasus Sintang, Aliansi Umat Islam Bersatu Kalbar Masih Gerah)

Peristiwa penistaan dan pelecehan terhadap Ulama yang nota bene pelecehan terhadap umat Islam, kembali terjadi, Jumat (5 Mei 2017), Ustad Sobri Lubis dan Ustad Bachtiar Nasir tidak diperkenankan menginjakkan kaki di Bumi Borneo untuk berceramah di Kabupaten Mempawah dalam rangka peringatan Isra Mi’raj. Situasi ini didukung oleh aparat keamanan yang berjaga ketat di seputar kawan Bandara Internasional “Supadio” Pontianak di Kab.Kubu Raya, dengan dalih Kamtibmas.

Kalau pada aksi protes terhadap penolakan terhadap Tengku Zulkarnaen, belasan ribu umat Islam yang tergabung dalam AUIB (Aliansi Umat Islam Kalbar Bersatu) menggeruduk Mapolda Kalbar dalam Aksi Damai, kali ini ratusan Muslimin dan puluhan Muslimah yang tergadung dalam POM (Persatuan Orang Melayu) Kalbar, terkonsentrasi berorasi di Taman Digulis, Jl.Ahmad Yani I – Kota Pontianak.

Tidak banyak memang dibanding yang terdahulu, tapi POM akan menurunkan massa lebih besar pada 20 Mei 2017, sekaligus menyambut bulan suci Ramadhan  1438 H.

“Kita akan turun lagi menjelang bulan puasa nanti, kita akan turun sampai Cornelis diturunkan dari kursi jabatannya. Itu permintaan kami kepada DPRD Kalbar,” teriak Habib Adnan Shahab. Disambut takbir peserta aksi.

“Kita tidak memusuhi etnis, tapi kita protes mulut Cornelis yang menistakan agama kami. Saya Dayak Islam, tentu saya membela Islam,” teriak Dwi Agus Priyanto.

POM Kalbar

“Rakyat Indonesia tidak bodoh, tapi dibodoh-bodohi oleh aparat penegak hukum. Seperti Kasus Ahok (Basuki Tjahaja Purnama), Jaksa Agung membodohi rakyat. Hukum terbukti tajam ke bawah, tumpul ke atas,” teriak Habib Ahmad Thaha Almutahar.

Sedikitnya ada 11 orator yang bergiliran menyampaikan orasinya sekitar 1,5 jam ba’da Ashar, Sabtu (6 Mei 2017).

Habib Ahmad Thaha Almutahar  dalam orasinya menyamakan mulut Cornelis dengan mulut si Ahok – penista  Al’Qur’an yang oleh para netizen dijuluki Mulut Jamban. *borneonusantaratime



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *