Kak Emma: Kasus ini Keji, Direkayasa Sedemikian Rupa untuk Membunuh Karakter Habib Rizieq. Polisi Membantah.


Karismatik Rizieq (net)Karismatik Rizieq (net)
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy“Fatimah Husein Assegaf (47) – yang akrab   disapa dengan nama panggilan Kak Emma mengungkapkan, bahwa dirinya mendapat tekanan psikologi dari penyidik Polda Metro Jaya untuk menjatuhkan kredibilatas Habib Riziq.”

NAMA Emma atau Kak Emma mendadak menjadi bahan perbincangan karena mencuat dalam percakapan yang beredar terkait kasus baladacintarizieq. Kak Emma mengaku mengenal Firza dan kerap berbalas pesan.

Ditemui kumparan di kediamannya, Kak Emma menyeritakan kedekatannya dengan Firza sebatas rekan sesama majelis taklim. Isi chat keduanya pun tentang kegiatan majelis taklim.

“Saya mengenal Firza belum lama, dia ikut taklim di Petamburan sekali, ke Megamendung dua kali,” kata Kak Emma di kediamannya, Depok, Kamis (18 Mei 2017).

 Dia tak pernah memperbincangkan kasus Firza dan Rizieq. Firza pun tak pernah berbagi cerita kepadanya terkait kasus baladacintarizieq yang menjeratnya.

Emma sudah tiga kali diperiksa polisi. Selama di-BAP terkait kasus Rizieq-Firza ini, Emma mengaku kerap digiring pernyataan oleh penyidik.

“Memang dalam proses BAP saya selama tiga kali oleh Polda Metro Jaya, para penyidik nampak memaksakan dengan menggiring pembicaraan saya agar mengakui semua yang dituduhkan kepada Habib Rizieq,” kata Emma.

“Bahkan saya ditekan secara psikologis agar mengakui dan membenarkan atas tuduhan tersebut yang saya tidak mengetahui akan hal itu,” imbuhnya.

Emma menduga kasus baladacintarizieq dibuat-buat. Dia menilai ada upaya pembunuhan karakter terhadap Rizieq.

“Dengan demikian saya menyimpulkan kasus ini adalah kasus yang direkayasa sedemikian rupa, dengan tujuan keji untk membunuh karakter Habib Rizieq sebagai ulama panutan untuk dipermalukan lalu ditinggalkan umat Islam,” bebernya.

Fatimah Husein Assegaf, Kak Emma/(kumparan)

Fatimah Husein Assegaf, Kak Emma.(kumparan)

Sementara itu Polisi membantah  telah menekan  Fatimah Husein Assegaf alias Kak Emma dalam pemeriksaan.

“Tidak benar itu kalau ada penekanan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya – Kombes  Argo Yuwono di Polda Metro Jaya – Jakarta  Selatan, Kamis (18 Mei 2017).

Argo menjelaskan, mekanisme yang dilakukan adalah penyidik memberikan pertanyaan, lalu dijawab oleh saksi. Jawaban tersebut kemudian diketik oleh penyidik untuk dijadikan berita acara pemeriksaan (BAP). Pemeriksaan tersebut dilakukan di sebuah ruangan yang dilengkapi dengan kamera pengawas atau CCTV.

Argo menegaskan, polisi melakukan pemeriksaan sesuai prosedur. “Orang lain bisa melihat, artinya pengawas ini nanti bisa kita lihat apakah ada penekanan atau tidak,” ujarnya.

Sementara saat diwawancara kumparan (kumparan.com) di kediamannya, Kak Emma mengaku diarahkan penyidik agar membenarkan kasus baladacintarizieq. Emma juga mengaku psikisnya tertekan selama pemeriksaan berlangsung. *borneonusantaratime/kumparan

 



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *