Ini Buntut Penolakan Terhadap Gubernur Cornelis di Aceh


Saat Aksi Tolak Cornelis di Aceh (hidayatullah)Saat Aksi Tolak Cornelis di Aceh (hidayatullah)
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy“Pidato provokatif Gubernur Cornelis yang menolak ulama masuk Kalbar , sehingga menuai aksi protes umat Islam Kalbar, dan aksi di Aceh yang mengusir Cornelis untuk hengkang dari Tanah Rencong, berbuntut penangkapan terhadap 20 pemuda Muslim Aceh.”

pita-merah-please-share

HAL tersebut dibenarkan oleh pimpinan FPI (Front Pembela Islam (FPI) Aceh – Ustadz Tengku Muslim Atthahiry.

“Assalamu’alaikum, mohon doa dari saudara kami. Laskar kita yang melakukan demo tolak Corneliss udah ditangkap Polisi, dan dibawa ke Polresta Banda Aceh. Mohon petunjuk dan doa”, demikian disampaikan oleh  pimpinan Front Pembela Islam (FPI)Aceh, Ustadz Tengku Muslim Atthahiry, pada Panjimas.com, Ahad (7 Mei 2017).

Ustadz Tengku Muslim membenarkan kabar tersebut, bahwa sekitar 20 an orang dari umat Islam yang melakukan aksi menolak kedatangan Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Cornelis, telah diamankan Polisi. Menurutnya hal itu dipicu karena sikap provokatif Cornelis yang telah menyeru penolakan terhadap Ketua FPI Pusat, KH Shabri Lubis, pada Jumat (5 Mei 2017).

“Kenapa dikala kafir di Kalbar mengusir ulama tidak ditangkap, termasuk Ketua Umum FPI . Tetapi dikala umat Islam menyampaikan aspirasi justru ditangkap,”

 

“Kami atas nama ketua DPD FPI Aceh sangat menyesalkan sikap polisi yang menangkap pemuda-pemuda yang ingin melakukan aksi damai menolak Cornelis di Aceh sore ini. Padahal mereka tidak melakukan tindakan apa-apa. Mereka ingin menyampaikan orasi dan tidak bertindak anarkis,”ucapnya.

Ustadz Tengku Muslim mengeluhkan sikap arogan aparat terhadap umat Islam. Ketidakadilan hukum sudah mengkhawatirkan.

“Kami mempertanyakan apakah negeri ini telah sebegitu zalim, sehingga tiada lagi keadilan sedikit pun. Kenapa dikala kafir di Kalbar mengusir ulama tidak ditangkap, termasuk Ketua Umum FPI . Tetapi dikala umat Islam menyampaikan aspirasi justru ditangkap,” tukasnya heran. *borneonusantaratime

*editor: effendy asmara zola



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *