Ditolak di Pontianak, Ternyata Aksi Seribu Lilin Untuk Ahok Juga Ditolak di Kampung Halamannnya Sendiri di Belitung Timur


Aksi Seribu Lilin Bumi Khatulistiwa
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy“Aksi yang disebut solidaritas, tegasnya menolak vonis pengadilan 2 tahun untuk Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) – Gubernur DKI Jakarta, terpidana penista agama (Islam), dengan menggelar ribuan karangan bunga dan atau juga menyalakan lilin oleh Ahoker, menjalar juga ke beberapa daerah.”

APAPUN kemasannya, di Kalbar Aksi Menyalakan Lilin, Minggu (14 Mei 2017) sore, batal digelar  oleh massa penyelenggara di Bundaran Tugu Digulis, Jl.Ahmad Yani I kota Pontianak. Puluhan massa lain menggeruduk massa aksi nyalakan lilin, menyatakan menolak aksi mudarat tersebut, sementara aparat keamanan mengambil jalan tengah berdasarkan waktu (jam) yang disebut dalam undang-undang hal-ihwal terkait.

Kedua belah pihak pro-kontra pun bubar, lilin yang biasa tak masalah dinyalakan massa untuk memperingati hari bumi (Earth Hour), kali ini padam sebelum menyala.

Namun, tahukah Anda? Sebenarnya bukan hanya Kalbar yang menolak aksi tak biasa seperti itu, di beberapa daerah lain juga terjadi penolakan. Termasuk di kampung halaman mantan Bupati Belitung Timur itu, tanpa banyak diberitakan media pers.

Mayoritas berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Belitung Timur, menolak rencana aksi 1000 lilin untuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Replika Sekolah Laskar Pelangi, Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Belitung Timur (Beltim)

Hal ini berdasarkan pantauan Pos Belitung pada pertemuan berbagai pihak yang menyikapi rencana aksi tersebut dan menggelar pertemuan di Mapolres Beltim, Sabtu (13 Mei 2017) sore.

Berdasarkan catatan Pos Belitung, ormas dan OKP yang menyatakan sikap penolakan terhadap rencana aksi tersebut adalah Pemuda Muhammadiyah, Karang Taruna Beltim, KNPI Beltim, PGRI Beltim, Forum BPD se-Beltim, hingga MUI Beltim.

Beberapa alasan penolakan adalah karena terkait kondusifitas Beltim, kasus Ahok yang sudah menjadi urusan ranah hukum dan aksi tersebut dinilai sarat unsur politis.

Selain itu juga soal penggunaan tempat acara, yakni Replika Sekolah Laskar Pelangi yang dinilai memiliki kaitan dengan sejarah pendidikan dan Muhammadiyah di Beltim.

Sementara beberapa pihak yang menyatakan sikap moderat,yang berarti tidak mendukung aksi tersebut namun bersikap menghargai hak-hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat, di antaranya adalah NU Beltim, Forum Komunikasi Putra Putri Purnawairan TNI Polri Beltim, dan FKUB Beltim.

Pertemuan tersebut berlangsung sekitar satu jam.

“Ini akan menjadi pertimbangan kami untuk mengambil sikap ke depan (terkait pemberian izin),” kata Kapolres Beltim AKBP Nono Wardoyo sebelum menutup pertemuan tersebut.

Sebelumnya puluhan warga dari berbagai elemen di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mengikuti pertemuan di Polres Beltim, Sabtu (13 Mei 2017) sore itu.

Pertemuan tersebut diketahui terkait rencana adanya aksi 1000 lilin yang akan digelar di Kabupaten Belitung Timur yang ditujukan sebagai aksi solidaritas untuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Beltim.

Livy Ck, cewek otak intelektual 1000 bunga untuk Ahok. Semula untuk kemenangan Ahok di Pilkada, karena kalah direkayasa sebagai solidaritas untuk Ahok karena uang DP ditolak dikembalikan oleh pengrajin karangan bunga.

Livy Ck, cewek otak intelektual 1000 bunga untuk Kemenangan Ahok di Pilkada, ternyata kalah, direkayasalah sebagai solidaritas untuk Ahok karena uang DP ditolak dikembalikan oleh pengrajin karangan bunga (foto: doc BNT)

Pertemuan dibuka oleh Kapolres Beltim AKBP Nono Wardoyo.

Ia menyilakan peserta pertemuan menyampaikan masukan pada pertemuan tersebut.

Wakil Bupati Beltim Burhanudin (Aan) yang juga hadir pada pertemuan tersebut kemudian diminta untuk memimpin dialog dalam pertemuan ini.

Tampak hadir pihak MUI Beltim, Karang Taruna Beltim, PD Muhammadiyah Beltim, KNPI Beltim, dan sejumlah ormas dan OKP lainnya di Beltim.

Informasi yang dihimpun Pos Belitung, aksi 1000 lilin sebagai bentuk solidaritas untuk Ahok sedianya akan digelar di kawasan Replika Sekolah Laskar Pelangi, Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, pukul 18.30 WIB, Sabtu (13 Mei 2017).

Dalam rencananya selain penyalaan lilin, juga diagendakan kegiatan menyanyikan lagu-lagu nasional dan long march dari kawasan Replika Sekolah Laskar Pelangi ke kediaman Ahok di Jalan K.A Bujang, Desa Lenggang, Kecamatan Gantung. Namun terjadi penolakan tersebut.*borneonusantaratime/buzzbazznewsmedia/posbelitung



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *