Astarfirullah; Diingatkan Polisi untuk Shalat, Ahoker Berjilbab Menolak


(postmetro)(postmetro)
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy“Para wanita Ahoker yang berdemo di Mako Brimob tidak memperdulikan imbauan polisi yang meminta untuk shalat Ashar.”

 IMBAUAN polisi tak direspon. “Ibu-ibu yang pakai jilbab waktunya salat ashar, ibadah. Untuk anggota Brimob pelan-pelan, baik-baik, anggota brimob tetap senyum dan humanis. Silakan ibu-ibu meninggalkan tempat (Mako Brimob) dengan baik-baik,” kata Kepala Bagian Operasional Mako Brimob Polri, Kombes Pol Waris Agono, Kamis (11 Mei 2017).

Imbauan polisi itu diabaikan Ahoker wanita berjilbab. Mereka terus menyuarakan untuk membebaskan Ahok. “Kami ingin Pak Ahok bebas,” ungkap wanita berjilab merah.

Selain itu, wanita itu berharap polisi mengizinkan para pendukung Ahok untuk bertemu dengan mantan Bupati Belitung Timur itu.

Waris mengatakan, pendukung Ahok harus membubarkan diri demi menghormati warga lain yang sedang merayakan hari raya Waisak. Dia mengingatkan, sesuai Undang-undang nomor 9 tahun 1998 tentang penyampaian pendapat di muka umum, ada aturan bahwa hari besar keagamaan dilarang menyampaikan pendapat di muka umum.

“Bahwa ini adalah hari raya Waisak ya, hari raya umat Budha kita harus toleransi kepada umat Budha kemudian jugakan ini dilarang oleh undang-undang,” ujarnya. *borneonusantaratime/postmetro

 



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *