Aksi Bela Ulama 205 Menjawab Genderang Perang Gubernur Cornelis yang Usir Ulama


Aksi Bela Ulama 205 Vs Genderang Perang Cornelis
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy“Apa yang dperkirakan oleh Kapolda Kalbar – Brigjen Erwin Triwanto memang benar terjadi, massa Aksi Bela Ulama benar-benar turun minta kepastian hukum atas prilaku tak pantas Gubernur Kalbar – Drs.Cornelis, MH”

 

SEDIKITNYA 20.000-an massa umat Islam yang tergabung dalam Gerakan Aksi Bela Ulama dan Pawai Taaruf menyambut bulan suci Ramadan 1438 H, menyisir Jl.Ahmad Yani I – Kota  Pontianak, dari titik kumpul di Mesjid Raya Mudjahidin di jalur jalan se arah sepanjang lk.2km.

Rombongan disambut massa dari beberapa kabupaten yang sudah menunggu dan berorasi di kawasan Tugu Digulis, separo perjalanan massa dari Mesjid Mujahidin.

Sementara massa bersama para habib dan ulama yang dari Mesjid Mujahidin meneruskan perjalanan ke Mapolda Kalbar untuk bertemu dengan Kapolda Erwin Triwanto yang baru lk. satu bulan bertugas di Kalbar, massa yang di kawasan Tugu Digulis memecah menyusuri arah lain ke arah Jl.Imam Bonjol – Jl.Gajah Mada.

Di sejumlah titik dalam Kota Pontianak, seperti dijanjikan Kapolda Erwin sebelumnya, sekitar 4.000 aparat melakukan penjagaan keamanan dari kemungkinan hal tak diinginkan.

Sebelumnya, sejumlah elemen masyarakat, Kamis (18 Mei 2017), telah melakukan deklarasi damai berbungkus menjaga keutuhan NKRI dari tindakan intoleransi, radikalis. Namun deklarasi damai ini dianggap hambar dan tidak mewakili suara umat Islam.

Seperti diketahui, Cornelis dengan pidato provokasinya, secara terbuka menyebut dirinya provokator untuk mengusir ulama (Habib Rizieq atau Tengku Zulkarnaen) jika menginjakkan kaki di Kalbar. Dan itu benar-benar terjadi pada dua ulama – Ustat  Sobri Lubis dan Bachtiar Nasi di Bandara ‘Supadio’ Pontianak, sejumlah orang bersenjata Mandau menghadang seperti yang terjadi beberapa waktu sebelumnya di Bandara ‘Susilo’ Kabupaten Sintang. Tablirq Akbar dalam rangka Maulid Nabi Muhammad di Sintang, dan dalam rangka Isra’ Mi’rad di Kab.Mempawah pun gagal terlaksana.

Pidato provokasi Gubernur Cornelis itu, dianggap POM (Persatuan Orang Melayu) Kalbar sebagai genderang perang, dalam aksi Tolak dan Tangkap Gubernur Provakator,  Minggu (7 Mei 2017) di Taman Digulis,Pontianak.

Tak juga terdengar niat baik dengan kata maaf dari Cornelis, maka massa lebih besar diturunkan dalam Aksi Gerakan Bela Ulama hari ini, Sabtu (20 Mei 2017), ba’da Zuhur sebagai jawaban pasti melalui jalur hukum – melapor ke Kapolda Kalbar atas genderang perang yang diproklamirkan oleh sang pemimpin tertinggi di provinsi Kalbar tersebut.*borneonusantaratime



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *