Aksi Bela Ulama 20 Mei di Pontianak, Polda Kalbar Datangkan 400 Brimob Kelapa Dua Dukung 3.633 Personil TNI/Polri


AUIB dan Spanduk
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy“Situasi kondusif yang dibuat keruh oleh pidato provokatif Gubernur Kalbar – Cornelis, yang membuat gerah umat Islam di provinsi ini, telah merepotkan banyak pihak termasuk aparat keamanan sendiri.”

TERMASUK menyusahkan diri Cornelis sendiri, betapa ia terpuruk dengan wajah pucat bersama isteri meninggalkan Aceh, karena massa yang menggeruduk hotel tempat dia menginap – menolak  kehadirannya di Tanah Rencong tersebut. Gara-garanya ya itu tadi, pidato provokatif sang gubernur; “Kalau Habib Riziq datang, Tengku Zulkarnaen datang, usiiiir. Saya yang jadi provokatornya,” pidatonya dalam upacara adat Gawe Dayak akhir April 2017 yang telah jadi boomerang bagi diri Cornelis sendiri.

Dan itu benar-benar terjadi pengusiran Ulama – Ustadz Sobri Lubis dan Ustadz Bachtiar Nasir di Bandara ‘Supadio’ Pontianak oleh massa Cornelis, Jumat (5 Mei 2017). (Artikel terkait > 7 Mei 2017 > Peristiwa: Muslim Menggeruduk Mulut Besar Gubernur Cornelis Usir Ulama).

Sebelumnya juga telah terjadi pengusiran terhadap Ustadz Tengku Zulkarnaen di Bandara ‘Susilo’ Kabupaten Sintang oleh massa berpakaian adat sambil mengacung-acungkan senjata tajam tradisionil, Mandau. (Artikel terkait > 20 Januari 2017 > Peristiwa: Kasus Sintang, Aliansi Umat Islam Bersatu Kalbar Masih Gerah).

Semua tanpa penindakan secara hukum oleh aparat terhadap kasus bukan delik aduan itu.

(republika)

(republika)

Gerah terhadap persoalan hukum yang dianggap tajam ke bawah tumpul ke atas tersebut,  petang ini, Sabtu (20 Mei 2017), puluhan ribu umat Islam dari sejumlah provinsi di Kalbar dan kabarnya sudah ada juga yang datang dari luar Kalbar yang tergabung dalam Gerakan Bela Ulama dan Pawai Ta’aruf menyambut bulan suci Ramadhan, rencananya akan berunjuk rasa Curhat ke Polda Kalbar di Pontianak dengan inti  menuntut tanggungjawab secara hukum terhadap pidato Gubernur Cornelis yang dinilai tidak pantas keluar dari mulut seorang pemimpin dan memecahbelah kerukunan umat beragama dan etnis.

 Sementara itu dikabarkan, Polda Kalbar  mendatangkan  400 personel anggota Brimob dari Kelapa Dua sebagai antisipasi  jika Aksi Bela Ulama 205 benar-benar ada.

 “Kami sudah melakukan antisipasi secara maksimal dengan melibatkan semua komponen, bahkan kita mendatangkan personil dari Brimob Kelapa Dua, termasuk komponen masyarakat pun membantu kita untuk menjaga situasi Kamtibmas di Kalbar,” kata Kapolda baru Kalbar – Brigjen Erwin Triwanto di Pontianak, Kamis (18 Mei 2017).

Itu untuk mendukung kekuatan  3.633 personel yang dikerahkan terdiri dari Polri 1.400 personel Polri,  933 personel Brimob, dan 1.300 personel TNI. *borneonusantaratime



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *