Pemutihan IMB Bagi Rumah Ibadah dengan Syarat Mudah


Foto bersama Walikota Sutarmidji usai peresmian Masjid Ainalyaqin (foto;humas)Foto bersama Walikota Sutarmidji usai peresmian Masjid Ainalyaqin (foto;humas)
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Wali Kota Pontianak, Sutarmidji menargetkan seluruh rumah ibadah yang ada di Kota Pontianak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dalam tahun ini.”

UNTUK  itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak memberikan kemudahan dalam pengurusan IMB bagi rumah ibadah. “IMB-nya nanti diproses melalui pemutihan dan tidak dikenakan biaya,” ujar Sutarmidji usai peresmian penggunaan Masjid Ainalyaqin di Jalan Sawo – Kelurahan  Sungai Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat, Jumat (14 April 2017).

Dalam proses pemutihan IMB tersebut, juga diberikan kemudahan,  sertipikat tanah tidak menjadi syarat mutlak sepanjang rumah ibadah itu telah digunakan untuk peribadatan. Sebagai gantinya, pengurus rumah ibadah membuat surat pernyataan. “Syaratnya mudah, cukup melampirkan SK pengurus, foto bangunan rumah ibadah serta sketnya,” jelas Sutarmidji.

Saat ini, sedikitnya terdapat lebih dari 1.000 rumah ibadah yang ada di Kota Pontianak. Dari jumlah tersebut, 318 diantaranya adalah masjid. Ada pula surau dan langgar serta rumah ibadah agama lainnya.

Walikota Sutarmidji menargetkan, akan meresmikan 100 masjid selama periode kepemimpinannya. “Target saya di masa kepemimpinan saya, masih bisa meresmikan seratus masjid. Saat ini lebih dari delapan puluh yang sudah diresmikan,” ungkap walikota Pontianak dua priode itu.

Ia mengajak seluruh umat Islam memakmurkan masjid yang dengan shalat berjamaah.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak – Jawani  berharap, fungsi masjid betul-betul dilaksanakan dengan baik. Ia mengimbau pengurus masjid untuk merangkul generasi muda dalam memakmurkan masjid. Bahkan, dirinya meminta generasi muda dipilih untuk mengumandangkan azan di masjid-masjid.

“Untuk pengemundang azan, pilih yang muda-muda, bila perlu mereka diberi pelatihan terlebih dahulu,” ucapnya.

Jawani menyambut baik program pemutihan IMB bagi rumah ibadah yang ada di Kota Pontianak. Dirinya juga akan segera menindaklanjuti supaya seluruh rumah ibadah mengantongi IMB.

Ketua Pembangunan Masjid Ainalyaqin, Arifin – menerangkan, sebelum berdirinya masjid ini, rencana awal hanya untuk perluasan surau. Namun, mujurnya ada angin segar berupa tawaran bantuan dari donatur asal Arab Saudi, Yayasan Rabithah Al Islami, rencana itu pun berubah,  hingga berdirilah masjid dengan nama yang sama saat masih berbentuk surau, yakni  Ainalyaqin.

“Saya mengimbau kepada warga sekitar masjid ini, mari kita makmurkan masjid kita, dengan shalat lima waktu berjamaah,” ajaknya.

Luas bangunan Masjid Ainalyakin  14 m x 12 m, dan menelan dana sekitar di atas Rp.600 juta. *borneonusantaratime

*Sumber; Humas Pemkot Pontianak



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *