Sudah Bau Tanah, Abang dan Adik Kandung ini Saling Bacok Soal Sepele


SD, Korbang Saling Bacok Abang Adik.SD, Korbang Saling Bacok Abang Adik.
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy“Dua pria ini sudah pantas disebut ‘bau tanah’, karena sudah usia berkepala tujuh dan kepala enam. Namun tindakannya yang tak pantas, hanya karena persoalan sepele keduanya yang bersaudara kandung saling bacok menggunakan parang.”

DALAM perkelahian bersenjata tajam tersebut, menghasilkan ‘menang jadi arang’ dan ‘kalah jadi abu’. Kedua pria sepuh sedarah itu,  Al (70) dan Sd (60) warga Pematang Mas – Desa  Selat Remis, Kecamatan Teluk Pakedai – Kab.Kubu Raya, terpaksa dilarikan ke RSUD Sudarso – Pontianak, Rabu (1 Maret2017) pagi, karena sama-sama menderita luka bacok cukup parah.

Sebelumnya,  abang-adik yang sehari-hari sebagai petani itu dirawat di Puskesmas Teluk Pakedai. Namun karena luka yang diderita cukup serius dan juga peralatan kurang memadai, akhirnya keduanya dirujuk ke RSUD dr.Soedarso, Pontianak.

Menurut keterangan Kaur Liproduk Polda Kalbar – AKP Cucu Safiyudin, perkelahian menggunakan senjata tajam antara dua bersaudara itu, diduga bermula dari persoalan sepele satu bulan sebelumnya.

“SD dikira telah menyemprot rumput (dengan racun rumput) di tanah milik AL. Namun SD menjawab, bukan dirinya dan kemungkinan ada orang yang lewat dan melakukan penyemprotan,” ujarnya.

Usai mendapat jawaban seadanya dari sang adik, AL pun pulang kerumahnya dan tidak memprsoalkan lagi.   Ternyata, tutur Cucu, persoalan berlanjut. Rabu (1 Maret 2017) jam 07.00 WIB,  dari dalam rumahnya – AL  melihat SD sedang berjalan sendirian ke belakang rumah sambil membawa parang, hendak pergi ke kebun untuk menebas rumput.

Tidak lama berselang, terdengar suara teriakan dari SD yang meminta tolong. Suara SD didengar oleh JB,  saksi yang pertama melihat SD sudah mengalami luka sobek pada bagian muka.

Teriakan itu juga didengar oleh JM, istri SD. Saksi ini menggunakan sebatang bambu yang dipukulkan pada AL dengan maksud memisahkan perkelahian keduanya. Bambu yang dipukulkan pada AL membuat parang panjang itu terjatuh ketanah.

Parang yang terjatuh dari tangan AL kemudian diambil oleh SD dan diarahkan pada wajah AL yang menyebabkan luka sobek.  Warga sekitar yang berdatangan segera membawa kedua korban ke Puskesmas Teluk Pakedai.

Kini kedua abang-adik yang sudah sepuh itu, masih sama-sama terkapar di RSUD dr.Soedarso, kota Pontianak.

“Untuk penanganan lebih lanjut, belum bisa dilakukan, mengingat kedua kakak adik sedang dirawat serius. Jika sudah dinyatakan sembuh, maka akan dilanjutkan proses hukumnya,” pungkas AKP Cucu Safiyudin. *borneonusantaratime

*editor: eaz



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *