Dengan Pola Jaring Laba-Laba, Pemkot Pontianak akan Mengurai Kemacetan Lalu Lintas


Senja di Jalan Imam Bonjol, Pontianak. "selalu padat merayap"Senja di Jalan Imam Bonjol, Pontianak. "selalu padat merayap"
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy“Pemkot Pontianak  menempuh solusi mengurai kemacetan lalu lintas dengan membangun jalan lingkar (inner ring road) sebagai pendukung jalan outer ring road, artinya dengan konsep atau pola jaring laba-laba.”  

WAKIL Walikota Pontianak – Eddy Rusdi Kamtono mengungkapkan  hal itu awal pekan ini, sebagai langkah solusi yang ditempuh Pemkot (pemerintah kota) Pontianak, untuk mengurai kemacetan lalu-lintas di sejumlah jalan utama yang ada.

Pembangunan inner ring road atau jalan lingkar menyerupai jarring laba-laba tersebut,  juga merupakan upaya  untuk membentuk jalur transportasi kota.  Dengan pola jaring laba-laba,  maka jalurnya akan mengelilingi kota  di sisi-sisi terluar di semua kecamatan,  sehingga nantinya semua jalan akan terhubung dengan baik –  yang akan dibangun oleh pemerintah pusat di wilayah Kabupaten Kubu Raya dan Kab.Mempawah.

Sementara itu, papar Eddy Kamtono, sambil menunggu kepastian pembangunan Jembatan Kapuas III, untuk di sebelah barat Sungai Kapuas ,  saat ini tengah dikaji pembuatan penyeberangan kapal feri  di Nipah Kuning, Kubu Raya. Nantinya dengan kapal penyeberangan tersebut, dapat menghubungkan ke Pontianak Utara.

Sedangkan  sebagian besar  kondisi jalan inner ring road yang ada saat ini, diakuinya kualitasnya belum optimal dan letaknya di pinggiran kota yang belum terlalu padat. Jadi kualitasnya tidak sebaik yang ada di pusat-pusat keramaian kota. Namun masih kurang lebar sesuai Undang Undang Jalan yang lebarnya minimal antara 9 – 12 meter. *borneonusantaratime



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *