Waspada! Suhu Udara Kalbar Meningkat Berpotensi Gangguan Kesehatan dan Karhutla


bmkg-bnt
[ A+ ] /[ A- ]

logo-bnt-baru-2016-copy“Sejak awal Januari 2017,  dari analisis kondisi iklim 5 harian, utamanya wilayah pesisir barat hingga pantai utara Kalbar, terjadi penurunan curah hujan di wilayah Kalimantan Barat.  Kondisi yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan.”

HAL tersebut diungkapkan oleh Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Mempawah, Kalimantan Barat – Wandayantolis. “Penurunan curah hujan tersebut diikuti berkurangnya kelembaban udara karena hilangnya lapisan uap air di atas permukaan tanah,” paparnya, Rabu (11 Januari 2017).

Berkurangnya curah hujan dan kemudian diikuti berkurangnya kelembaban lanjut dia, menyebabkan dampak lanjutan berupa peningkatan intensitas cahaya matahari yang mencapai permukaan tanah. Akibatnya suhu udara harian meningkat tajam antara 1-1,5 °C*.

Kondisi ini tentunya dapat  menyebabkan dampak  seperti gangguan kesehatan, karena sengatan suhu yang tinggi dapat  saja menyebabkan iritasi pada kulit dan juga munculnya rasa ‘gerah’ yang menyebabkan rasa tidak nyaman.

Penurunan curah hujan diprediksi masih akan berlangsung, paparnya lebih lanjut, dan pada pertengahan Januari ini curah hujan 10 harian hanya akan berkisar pada 21-100mm atau dalam kategori rendah sampai menengah.

Dia mewanti-wanti untuk tetap menjaga kewaspadaan  guna  antisipasi meningkatnya potensi kebakaran baik di hutan, lahan maupun di wilayah pemukiman masyarakat. Karena suhu tinggi – kelembaban rendah, memudahkan penjalaran api yang dapat menjadi titik panas dan pada akhirnya menyebabkan kebakaran.

“Saat ini yang terpantau tingkat ‘kemudahan terbakar’ pada wilayah utara Sambas dan sebagian pantai barat Ketapang,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, masyarakat dapat memantau perkembangan kondisi iklim terkini melalui website : http://iklim.kalbar.bmkg.go.id untuk memantau perkembangan terbaru. *borneonusantaratime

 



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *