Pontianak – Kubu Raya Sepakat Jaga Kerukunan


Peserta Kesepakatan Kerukunan Pontianak dan Kab.Kubu Raya.Peserta Kesepakatan Kerukunan Pontianak dan Kab.Kubu Raya.
[ A+ ] /[ A- ]

logo-bnt-baru-2016-copy“Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pontianak dan Kab.Kubu Raya, sepakat menjaga kerukunan umat beragama dan pembauran kebangsaan di wilayah masing-masing.”

SILATURAHMI Kamtibmas FORKOPIMDA itu, Selasa (17 Januari 2017) sore, di Makodim 1207/BS Pontianak dihadiri oleh Walikota Pontianak, Kepala Kejaksaan Negeri Pontianak, Ketua Pengadilan Negeri Pontianak, Dandim 1207/BS Pontianak, lima tokoh agama serta sejumlah unsure pimpinan mass-media.

Dalam deklarasi kebangsaan itu, lima point menjadi penekanan kesepakatan bersama.  Sepakat menjaga kerukunan dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara, berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.

Sepakat membangun dialog diantara Forum kerukunan umat beragama Kota Pontianak dan Kubu Raya, mengedepankan prinsip-prinsip musyawarah dan mufakat demi terciptanya kerukunan dan kedamaian.

Sepakat membangun kesadaran pada umat beragama untuk menjalankan ibadah sesuai dengan kepercayaan dan keyakinan masing-masing, serta tidak terpengaruh oleh bentuk provokasi yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Sepakat untuk senantiasa menyiptakan suasana damai dan menghargai perbedaan, dalam kerangka menjaga persatuan dan keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia.

Sepakat menolak semua bentuk paham radikalisme yang dapat mengancam serta menimbulkan perpecahan di masyarakat.

Dandim 1207/BS Pontianak – Kolonel  Inf Jacky Ariestanto mengatakan, silaturrahmi antara FORKOPIMDA dan FKUB Kota Pontianak dan Kubu Raya, guna mempererat hubungan antar umat beragama yang dibina oleh FKUB.

“Mengingat situasi saat ini memang rawan dan menghangat. Tentunya selaku pihak keamanan, dan tokoh agama memiliki tugas guna bisa memberikan rasa aman, nyaman untuk masyarakat berkarya bagi daerah maupun bangsa dan negara secara optimal,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa, saat ini mulai bermunculan isu, rumor yang negatif baik secara berbisik maupun nyata di berbagai media sosial.

“Kami sering mendapatkan pengaduan dari masyarakat, tentang hal-hal yang sebenarnya tidak ada dan berakibat orang-orang merasa sangat tidak aman,” terang dia.

Dalam hal ini lanjut dia, sebagai TNI mempunyai tugas mengayomi, supaya masyarakat merasakan hidup yang aman, dingin dan akrab bagi sesama masyarakat,” paparnya.

Hal tersebut ditimpali Bupati Kubu Raya – Rusman  Ali, menurut dia, kejadian beberapa hari yang lalu di Kalbar, awalnya bersumber dari Jakarta.

“Untuk Kalbar sendiri sebenarnya aman, kalau di Jakarta meledak, maka Kalbar juga turut terimbas dan tentunya kita harus mewaspadai hal tersebut,” ungkapnya.

Tentu dalam hal menjaga keamanan,adalah menjadi tugas berat pihak Kepolisian maupun TNI. Sebab, tidak menutup kemungkinan kejadian di Jakarta itu bisa ke wilayah di Kalbar.

Rusman juga mengingatkan, tidak ada untungnya bagi masyarakat jika terjadi keributan.*borneonusantaratime



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *