Masyarakat Diminta Tenang Terkait Paket 300 Detonator Peledak di Bandara “Supadio”


Detonator Barang Bukti
[ A+ ] /[ A- ]

logo-bnt-baru-2016-copy“Petugas Bandara “Supadio”  bersama aparat KP3U Polresta Pontianak mendeteksi dan mengamankan 300 detonator, terbungkus dalam tiga paket kiriman dari Sulawesi Selatan.”

TERUNGKAPNYA temuan pemicu peledak tersebut, diketahui oleh petugas Bandara “Supadio” setelah paket melewati X-ray Regulatet Agen Angkasa Pura Logistik, Selasa (17 Januari 2017) jam 15.33 WIB.

Barang menyurigakan yang diduga alat pemicu peledak – detonator, didapati  terbungkus dalam tiga bungkusan paket, tiap paketnya berisi 100 detonator.

Barang tersebut, kata Kabid Humas Polda Kalbar – Kombes Suhadi Sw, (Rabu (18 Januari 2017) dikirim melalui kargo. Melalui perusahaan jasa pengiriman TIKI Belopa, Luwu atas nama pengirim Ayung, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Alamat tujuan  tertulis nama Udin Jl.Husin Hamzah No.6 Paal (Km) V, Pontianak Barat.

Barang dikirim via TIKI Belopa, Luwu  yang dikirim ke Tiki Jalan Boulevard, Makassar kemudian ke Cargo Bandara Hasanuddin tujuan Pontianak. Untuk menindak lanjuti temuan tersebut pihak Kepolisian kemudian mengamankan barang bukti serta saksi-saksi.

“Selain itu karena bahan pemicu peledak, maka dilakukan koordinasi dengan jibom (penjinak bom) gegana untuk pengamanan barang bukti dan koordinasi dengan titipan kilat (TIKI) untuk penyelidikan lebih lanjut,” imbuhnya.

Berkaitan temuan tersebut, kata Suhadi, pihaknya menelusuri  alamat Udin di Jalan Husin Hamzah itu. Namun,  setelah dilakukan pengecekan di lapangan, lokasi yang dimaksud  ternyata filtif, rumah kosong alias tidak berpenghuni. Pengirim juga diduga menggunakan nama dan alamat fiktif.

Kombes Suhadi juga berpesan kepada masyarakat, supaya tetap tenang tidak terprovokasi oleh situasi yang berkembang di tanah air.  Masyarakat diharap tetap tenang, berdayakan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat yang ada di desa atau kelurahan,  guna mencegah dan menangkal Gangguan Kamtibmas yang ada di lingkungan tempat tinggalnya. Kemudian terhadap tamu dalam waktu 1 x 24 Jam wajib lapor agar tetap dilaksanakan.

“Demikian juga pemilik rumah Kost agar ikut peduli dengan melaporkan identitas orang yang kost di rumahnya. Kesemuanya itu dilakukan dalam rangka mengantisipasi masuknya berbagai jenis kejahatan di Kalimantan Barat,” pungkasnya.

Sementara itu jajaran Direktorat Reserse Umum Polda Kalbar bersama Dit Intelkam Polda Kalbar, sejauh ini terus melakukan penelusuran dan pendalaman terkait barang kiriman berupa 300 detonator tersebut. *borneonusantaratime

*editor: effendy asmara zola



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *