Kado Tahun Baru PLN: Tarif Listrik Naik, ‘Byar-preet’ Jalan Terus


riaugreen_pln-kembali-umbar-janji-akan-meningkatkan-pelayanannya-kepada-publik
[ A+ ] /[ A- ]

logo-bnt-baru-2016-copy“PT PLN (Persero) memberi kado Tahun Baru 2017 bagi rakyat Indonesia, berupa kenaikan tarif listrik, terhitung mulai 1 Januari 2017.”

SEPERTI ramai dilansir berbagai media pers hari ini, Senin (2 Januari 2017), PT PLN secara bertahap memberlakukan tarif kenaikan baru  bagi rumah tangga golongan mampu  penggunakan  daya  listrik 900 VA.

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN – I Made Suprateka di Jakarta, Senin (2 Januari 2016) menyebut,  kenaikan tarif tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk memastikan subsidi energi tepat sasaran.

Pelanggan rumah tangga pengguna listrik daya 900 VA yang sebelumnya mendapat subsidi, secara bertahap akan dinaikkan sampai sesuai dengan tingkat keekonomian dan akhirnya tidak akan mendapat subsidi lagi.

Kenaikan tarif dilakukan setiap dua bulan sekali per 1 Januari 2017, 1 Maret 2017, dan 1 Mei 2017.

Dengan skenario tersebut, I Made Suprateka menjelaskan, secara bertahap tarif untuk pelanggan listrik 900 VA akan naik dari Rp.605 menjadi Rp.791/kWh per 1 Januari 2017, Rp.1.034/kWh mulai 1 Maret 2017, dan Rp.1.352/kWh per 1 Mei 2017.

Selanjutnya mulai 1 Juli 2017, pelanggan rumah tangga pengguna listrik 900 VA akan kena penyesuaian tarif otomatis setiap bulan seperti 12 golongan tarif non-subsidi lainnya.

Jika mengikuti tarif listrik 12 golongan tarif listrik non-subsidi per 1 Januari 2017, maka tarifnya sebesar Rp1.467,28/kWh.

Dengan demikian, per 1 Juli 2017 akan ada 13 golongan nonsubsidi yang terdampak penyesuaian tarif setiap bulan.

Pelanggan rumah tangga yang sebelumnya masuk dalam golongan rumah tangga 900 VA akan menjadi golongan baru, sehingga total golongan pelanggan PLN bertambah dari 37 menjadi 38.

Made juga mengatakan, bahwa tarif listrik untuk 12 golongan pelanggan nonsubsidi periode Januari 2017 mengalami penurunan dibandingkan Desember 2016.

“Penurunan tarif listrik rata-rata sebesar Rp.6 per kWh,” katanya.

Tidak ada penjelasan, apakah ada jaminan dengan kenaikan tarif baru listrik tersebut tidak akan terjadi ‘byar-preet’ lagi seperti sepanjang masa ini? *borneonusantaratime / berbagai sumber

 



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *