Lagi, Upaya Selundupkan Ribuan Burung Kekayaan Alam Kalbar ke Semarang Digagalkan


Barang Bukti1700 ekor Burung Kacer dan Jalak Liar disamarkan dalam kemasan kandang anak ayam.Barang Bukti1700 ekor Burung Kacer dan Jalak Liar disamarkan dalam kemasan kandang anak ayam.
[ A+ ] /[ A- ]

logo-bnt-baru-2016-copy“Setelah beberapa kali upaya menyelundupkan kekayaan alam Kalbar untuk kepentingan keuntungan pribadi berhasil digagalkan,  polisi dan BKSDA kembali berhasil menyelamatkan provinsi ini dari kepunahan berbagai jenis burung yang dilindungi.”

BALAI Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar bersama pihak Kepolisian Polsek Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan Laut (KP3L) Pontianak, berhasil mengamankan 1.700 ekor burung kekayaan alam Kalbar yang rencana pelaku akan diselundupkan keluar dari provinsi ini. Ini bukan kali pertama upaya membuat punah kekayaan Kalbar itu demi keuntungan pribadi berhasil digagalkan.

Sebanyak 1.700 burung asal Kalbar yang akan dibawa kabur ke luar melalui pelabuhan ‘Dwikora’ Pontianak  itu, tertangkap tangan pada Rabu (21 Desember 2016),  jam 09.30 WIB. Kedapatan 1.700 ekor burung tersimpan dalam 8 box terdiri dari 1.300 ekor burung jenis Kacer, 400 ekor burung Jalak Kebo.  Diamankan  juga 24 keranjang makanan burung berupa Ulat Hongkong dan setengah karung ukuran 50 Kg pur makanan burung.

Tertangkapnya seribu lebih burung itu, ketika Kapolsek KP3L Pontianak – AKP  Agus Hasanudin bersama beberapa anggotanya dan petugas BKSDA sedang melakukan  patroli rutin di Pelabuhan ‘Dwikora’. Di KM ‘Dharma Ferry II’, ditemukan sejumlah besar burung alam Kalbar tersebut yang disamarkan dalam kemasan kandang anak ayam.

Karena pengirim atau pemilik tidak dapat memperlihatkan dokumen yang sah selain dokumen dari pihak Karantina, AKP Agus Hasanudin langsung memerintahkan anggotanya untuk melakukan pengamanan. Pengirim yang disebutkan initialnya saja – ‘M’ dibawa ke Mapolsek. Mr. M  mengaku, bahwa burung-burung itu akan dikirim ke Semarang.

Karena tidak ada wewenang kepolisian,  temuan 1.700 ekor burung itu diserahkan ke petugas BKSDA Kalbar. Petugas BKSDA saat ditemui di KP3L ketika penyerahan BB oleh pihak kepolisian, enggan memberi keterangan.

Kapolsek KP3L Agus Hasanudin ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan, mengungkapkan, bahwa 1.700 ekor burung yang berhasil diselamatkan itu, hendak diberangkatkan ke Semarang, menggunakan KM ‘Dharma Ferry II’.

“Kita patroli biasa. Dokumen dari BKSDA tidak ada atas pengiriman burung ini, hanya dari Karantina. M hanyalah sebagai pembawa dan O pemilik dari kedua jenis burung tersebut, Kacer dan Jalak Liar,” terang Kapolsek Agus Hasanudin.

Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada BKSDA Kalimantan Barat yang dianggap lebih berwenang dan mengetahui ada pelanggaran atau tidak. Kapolsek AKP Agus Hasanudin menyebut, pelaku dapat dikenakan  PP no.8 tahun 1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar serta PP no.7 tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar. *borneonusantaratime

*editor: effazola

 



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *