Jajaran Polda Kalbar Amankan 97,658 Kg Sabu, 70Kg Lolos


barang-bukti-sabu-dan-borgol
[ A+ ] /[ A- ]

logo-bnt-baru-2016-copy“Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar dan jajarannya berhasil mengamankan 97, 658 Kg Sabu, 63.944 butir happy five dan 20.196,25 butir Exstasi, sementara 70 kilogram Sabu serta 20.196,25 Butir Ekstasi lolos dan beredar di masyarakat.”

JUMLAH tersebut adalah hasil selama 11 bulan terakhir sepanjang 2016 ini.

Kabid Humas Polda Kalbar – Kombes  Suhadi Sw menjelaskan,  Kalimantan Barat ini secara Geografi sangat rawan dengan masuknya barang barang haram seperti Sabu.

Karena di sepanjang 857 Km wilayah perbatasan darat Kalbar, jelasnya, Rabu (21 Des), terdapat 55 desa yang bisa menghubungkan dengan 32 kampung di Malaysia.

Kondisi tersebut kata dia, akan berimplikasi terhadap gangguan Kamtibmas di Wilayah perbatasan, diantaranya masuknya Sabu ke Wilayah Kalbar.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh direktorat Reserse Narkoba, bahwa hampir di setiap Polres atau kabupaten/semuanya ada peredaran gelap Narkoba.

Selama tahun 2016 sampai dengan bulan November, peredaran gelap Narkoba ada 531 kasus. bila dibandingkan tahun sebelumnya yang 375 kasus, berarti naik 156 kasus.

“Kita semua turut prihatin atas lolos nya tujuhpuluh kilogram Sabu. Polri mendapatkan angka tujuhpuluh kilogram yang berhasil lolos, didasari pada pengakuan tersangka. Bahwa mereka tidak hanya sekali memasukkan barang dari Malaysia, namun yang tertangkap baru sekarang ini,” papar Suhadi.

“Dapat dibayangkan,  berapa puluh ribu generasi muda kita yang terkontaminasi Narkoba. Seandainya satu anak muda menggunakan setengah gram, maka generasi muda kita yang ter kontaminasi Narkoba ada seratus empat puluh ribu orang,” imbuhnya.

Menurut Suhadi, jika masing masing Polres dirangking penyelesaikan perkara, maka dapat digambarkan urutan ranking sebagai berikut; Polresta Pontianak l07 kasus, Direktorat Narkoba 87 Kasus, Kab.Sanggau 51 kasus, Ketapang 42 kasus, Mempawah 39 kasus, Kapuas Hulu 33 kasus, Sambas 32 kasus, Kota Singkawang 31 kasus, Sintang 30 kasus, Bengkayang 23 kasus, , Landak 20 kasus, dan Melawi 17 Kasus.

Menghadapi situasi yang demikian, tegas Kombes Suhadi,  pihaknya secara maksimal akan terus berupaya memberdayakan segala potensi yang ada untuk menjaga wilayah Batas Negara. *borneonusantaratime



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *