Amankan Natal dan Tahun Baru Polda Kalbar Turunkan 5.505 Personil


Apel Kesiagaan Hadapi Natal 2016/Tahun Baru 2017 di Mapolda Kalbar,.Apel Kesiagaan Hadapi Natal 2016/Tahun Baru 2017 di Mapolda Kalbar,.
[ A+ ] /[ A- ]

logo-bnt-baru-2016-copy“Sebanyak 5.505 personil yang terdiri dari 4.186 personil dari Polri, TNI 214 personil, dan 1.105 personil bantuan dari pemerintah daerah,” kata Kapolda Kalbar – Brigjen Musyafak, Kamis (22 Desember 2016).”

MUSYAFAK menjelaskan, 5.505 personil itu di sebar ke 843 objek pengamanan yang meliputi Gereja  603 unit, pusat perbelanjaan baik tradisional maupun modern ada 84 objek, tempat perayaan ganti tahun 53 objek, kemudian objek wisata 45 lokasi, terminal bus baik yang kecil maupun terminal antar negara 28 objek, pelabuhan laut dan sungai yang ada di Kalimantan Barat 22 objek. Kemudian Bandara dan penyeberangan masing masing 6 dan 2 objek.

“Kami akan bekerja secara maksimal bersama instansi terkait untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun baru. Terkait penangkapan bom dan pelaku teroris di beberapa daerah, agar menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat dan aparat pemerintah termasuk TNI dan Polri – untuk  terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan,” ungkapnya.

Peristiwa bom molotov di Samarinda dan pelemparan molotov di Vihara Singkawang hendaknya menjadi perhatian yang serius, katanya.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Kalbar juga meminta kepada masyarakat yang akan merayakan Natal dan Tahun baru supaya tidak berlebihan, hindari permainan bunga api di tempat-tempat yang mudah terbakar.

Kami, lanjut Kapolda,  juga menempatkan sebanyak 41 Pos Pelayanan yang nantinya ditempatkan di pusat keramaian, perbelanjaan, terminal dan pelabuhan – baik  darat, laut maupun pelabuhan udara. Guna memperlancar para pengendara di jalan, pos juga bisa dimanfaatkan untuk beristirahat bagi para pengemudi yang melakukan perjalanan jauh.

Sementara itu, Dirlantas Polda Kalbar – Kombes Tulus Iklas Pamoji menyatakan, bahwa tidak semua anggota Polantas dalam Operasi Lilin Kapuas 2016 dilengkapi dengan Senpi, karena dalam operasi ini bersifat humanis dan kemanusiaan.

“Dalam pelaksanaan Operasi Lilin ini – kami  tidak bekali semua anggota dengan senpi, karena ini merupakan operasi humanis yang menjunjung tinggi asas kemanusiaan, namun demikian kami tetap akan mengantisipasi ancaman terorisme,” katanya.

Ia juga memerintahkan kepada seluruh Kapolres untuk melaksanakan rekayasa lalu lintas apabila terjadi kepadatan arus lalu lintas di wilayahnya.

“Dalam mengurai kemacetan, kami menerapkan rekayasa dengan sistem buka tutup apabila memang dibutuhkan,” ungkapnya.

Sementara untuk, tempat-tempat ibadah dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru akan menjadi prioritas utama.

“Intinya kami siap melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat agar pelaksanaan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” tutp Dirlantas Polda Kalbar. *borneonusantaratime



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *