Jembatan Penyeberangan Orang di Jl.A.Yani I, Pontianak


jembatan-penyeberangan-orang
[ A+ ] /[ A- ]

logo-bnt-baru-2016-copy “Paham akan apa yang dibutuhkan warganya, seiring makin padatnya arus lalu-lintas  yang terus diramaikan pertambahan kendaraan tiap tahun, Pemkot Pontianak merancang pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jl.Ahmad Yani I.”

PEMBANGUNAN JPO yang menghubungkan seberang-menyeberang jalan satu arah pada dua dua jalur  sepanjang lk.5 Km itu, sedang dikerjakan Pemkot Pontianak bekerjasama dengan sebuah perusahaan advertising. Lokasi bangunanannya di hadapan Mega Mall.

Wakil Walikota  Eddy Rusdi Kamtono mengatakan, pembangunan JPO itu diserahkan kepada PD. Makmur (perusahaan dagang yang bergerak di bidang periklanan), yang telah melalui proses lelang.

“Kita tidak keluar dana satu sen pun dari Anggaran Daerah, semua dari mereka (PD. Makmur).  Tahun lalu kita sudah tanda tangan Mou (nota kesepahaman) dengan mereka, ” kata Eddy Kamtono.

Sebagai apresiasi terhadap perusahaan periklanan itu, Pemkot Pontianak akan memberikan space iklan di JPO tersebut,  namun tetap dikenai pajak.

JPO tersebut senilai Rp.700 juta, dirancang dengan lebar sekitar dua meter, panjang selebar Jalan A. Yani (lk.18 m), dan tinggi sekitar empat meter lebih sesuai standar bina marga. Diperkirakan akan rampung akhir tahun 2016.

“Akan didesain dengan ciri khas Pontianak yang akan jadi JPO percontohan di kota ini,” tutup Eddy Kamtono.

Herman Hofi Munawar

Herman Hofi Munawar

Sementara itu, anggota DPRD Kota Pontianak – Hofi  Munawar mengapresiasi pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) tersebut. “Ini tentu suatu langkah yang sangat positif sekali dengan mengandeng pihak ketiga, para pengusaha untuk membangun jembatan penyeberangan, ” katanya, Jumat (11 November 2016).

Menurutnya tingkat kemacetan di Kota Pontianak sudah cukup tinggi, dengan pembangunan JPO tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah guna mengurai kemacetan. Dirinya

mengaku sangat setuju pembangunan JPO itu melibatkan pihak ketiga, karena jembatan tersebut bersentuhan langsung dengan tempat usaha mereka sendiri.

Dirinya berharap, pihak pemerintah juga memberikan pengawasan terkait pembangunan JPO itu agar keamanan dari jembatan  tetap terjaga. “Walaupun ini dibangun oleh pihak ketiga pemerintah diharapkan jangan lepas tangan, harus tetap melakukan pengawasan, ” pungkasnya politisi PPP itu. *borneonusantaratime

*editor: effazola



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *