Pasokan BBM Kapuas Hulu Terkendala Kemarau Rutin Tahunan


dasar-sungai-kapuas-di-musim-kemarau
[ A+ ] /[ A- ]

logo-bnt-baru-2016-copy-copy“Perusahaan transportasi sungai khusus pengangkut BBM, terkendala musim kemarau panjang yang rutin terjadi antara Juli s/d September, bahkan pernah s/d Oktober tiap tahun.”

KONDISI tersebut diakui oleh Branc Manager PT.(Pesero) Pertamina Kalbarteng (Kalbar dan Kalteng) – Eko Hardjito. “Selain itu, juga karena jauhnya jarak tempuh distribusi BBM ke Depot di Sintang, kemudian dialihkan ke Depot Mini Sanggau, karena kapal Pertamina pengangkut BBM tidak sampai ke Sintang –  dampak  dari keringnya debit air Sungai Kapuas,” kata Eko Hardjito Selasa (4 Oktober 2016).

Ditambah lagi, menurut dia, jalan menuju Depot Mini Sanggau masih belum bagus, sehingga pengiriman mengandalkan jalan darat menjadi lebih lama. Para sopir pengangkut BBM harus ekstra hati-hati ketika melewati jalan itu.

“Jalannya licin kalau diguyur hujan, sehingga para sopir pengangkut BBM harus berhati-hati ketika melewati jalan yang belum beraspal tersebut,” ujarnya.

Sementara untuk distribusi BBM dari Pontianak menuju Sanggau dan Sintang bisa melalui Sungai Kapuas, tetapi kalau musim kemarau juga mengandalkan angkutan darat, sehingga akan lebih lama dan jumlah yang diangkut juga lebih sedikit. “Untuk distribusi BBM dari Sanggau ke Kapuas Hulu saat ini membutuhkan waktu sekitar satu hari, yakni kalau berangkat pagi, tiba di Kapuas Hulu sore atau malam hari,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Eko menambahkan, kondisi jalan yang masih belum bagus sehingga licin di musim penghujan, dan debit air yang surut pada musim kemarau menjadi salah satu tantangan Pertamina dalam mendistribusikan BBM hingga ke pelosok Kalbar.

Sebelumnya, sejumlah Agen premium dan minyak solar (APMS) di wilayah Kapuas Hulu, tidak bisa melayani konsumen secara maksimal karena kesulitan mendapatkan minyak, dampak dari musim kemarau.

“Sungai Kapuas mengering sehingga kami harus mengambil BBM ke Sanggau, dan itu memakan waktu karena harus antre,” kata Direktur Utama PT UKM – Syarif  Abubakar Alqadri yang mengelola APMS milik Pemkab Kapuas Hulu di Kedamin, Kecamatan Putussibau Selatan.

Dijelaskan Syarif Abubakar, jika kondisi air Sungai Kapuas tidak surut maka ponton yang membawa BBM itu langsung dari Sintang, tetapi karena kondisi alam terpaksa pihaknya mengambil ke Kabupaten Sanggau.

Menurut Syarif  Abubakar, hal tersebut cukup menjadi kendala dalam penyediaan BBM untuk di distribusikan ke masyarakat Kapuas Hulu. Selain jarak tempuh jauh juga harus antre sebab cukup banyak daerah lain yang juga mengambil BBM di Sanggau, apalagi yang lebih diutamakan itu SPBU, setelah itu barulah melayani APMS.

“Maka dari itu beberapa hari ini kami sering tutup, bahkan beberapa APMS di Kapuas Hulu juga mengeluhkan hal yang sama,” kata Syarif Abubakar. *borneonusantaratime

 



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *