Ratusan Pedagang di Pasar Flamboyan Ogah Tera Ulang Timbangan


Tera Ulang Timbangan di Pasar Flamboyan Pontianak Rabu 7 September 2016Tera Ulang Timbangan di Pasar Flamboyan Pontianak Rabu 7 September 2016
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Dari 700 pedagang di pasar tradisonil Flamboyan yang mesti melakukan tera ulang timbangan oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi da UKM (Disperindagkop) Kota Pontianak, hanya 50 pedagang yang menyerahkan timbangan”.

KEPALA Disperindagkop Kota Pontianak – Haryadi menjelaskan, hanya 50 pedagang yang mau melakukan tera ulang. Padahal, tera ulang sudah dilakukan sejak dua hari terakhir.

Sampai hari ini, kata Haryadi, Rabu (7 September 2016), baru 50 pemilik yang mau melakukan tera ulang. Sampai nanti siang paling sampai 70, artinya baru 10 persen saja.

Haryadi mengatakan, standarisasi timbangan setiap tahunnya sangat penting dilakukan, agar alat ukur milik pedagang tidak merugikan konsumen.

Di lapangan kerap ditemukan kecurangan, selisih timbangan bisa sampai 3 ons. Misalnya harga cabe yang Rp.40 ribu/kg, jika kurang tiga ons kerugian bisa sampai Rp.12 ribu. “Saya rasa ini ada faktor kesengajaan,” ungkap Haryadi.

Selain untuk melindungi konsumen, tutur Haryadi, tera ulang juga demi kebaikan pedagang. Jika karena ketidaktahuan pedagang setiap hari, minggu dan bulan menggunakan timbangan yang sama, bisa mengakibatkan timbangan aus, karenanya mesti dilakukan standarisasi.

“Pedagang bisa juga rugi misalnya barang seharusnya 1 kg tapi di timbangan itu, karena sudah lama tidak ditera malah jadi 1,4 kg artinya pedagang rugi 4 ons. Tapi kami yang penting melindungi konsumen,” paparnya.

Haryadi menegaskan, tera ulang timbangan adalah kegiatan wajib yang harus diikuti setiap pedagang. “Dengan banyaknya para pedagang yang belum melakukan tera ulang, nanti surat SPTU-nya bisa kami cabut,” tegasnya.

Kecurangan itu turut dirasakan Salmawati (56), warga Komplek Mutiara Gading, Jalan Parit Haji Husein II. Dia yang rutin berbelanja di sana merasa dirugikan, apalagi ketika harga barang melonjak. Meski tak pernah melakukan pengecekan langsung, namun berdasarkan kebiasaannya.

Ibu yang sehari-harinya itu berjualan makanan itu menuturkan, biasa beli daging 1 kg dapat 30 potong, lalu saya beli 1,5 kg. seharusnya bisa jadi 45 potong, tapi malah cuma bisa dapat 32 potong.

Ditempat terpisah, Hj Sutiyah salah seorang penjual daging sapi mengatakan, dalam jangka waktu beberapa bulan sekali, timbangannya rutin diservis. Paling tidak dalam setahun satu kali. Namun, diakuinya timbangannya tidak diturutsertakan dalam tera ulang oleh Disperindagkop Pontianak.

 

Pasar Flamboyan Pontianak-interior.

Pasar Flamboyan Pontianak-interior.

“Saya servis paling lambat setahun sekali. Kalau pelanggan Alhamdulillah tidak pernah ragu dengan dagangan saya. Apalagi orang-orang kita tidak mau barang haram. Mereka yakin timbangan saya aman,” ujarnya. Sutiyah pun yakin dengan timbangannya, sebagaimana konsumen nya yang selalu ramai.

“Seandainya punya saya disita, tidak diserahkan, ya terserah, tidak masalah. Kalau mau cabut izin, izin mana yang mau dicabut, saya laporkan nanti,” tuturnya.

Selamet, petugas operasional penera dari Badan Meteorologi Provinsi Kalbar yang bertugas hari itu menjelaskan, berdasarkan hasil tera ulang, masih belum ditemukan kecurangan oleh pedagang. Semua timbangan yang telah di tera diberi segel dengan angka 16.

Segel 16 artinya sudah di tera ulang pada tahun ini,  2016. Tahun depan angkanya 17. “Segel itu setahun sekali dikembalikan ke direktorat,” jelasnya.

Dikatakannya, meski bersifat wajib, untuk tera ulang kali ini bentuknya masih imbauan. Dalam tera ulang sendiri dikenakan biaya retribusi dan reparasi. Retribusi sebesar Rp.7 ribu, dan reparasi Rp.20 ribu. Retribusi akan disetor ke provinsi. *borneonusantaratime



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *