Dianggap Hanya Tipiring, 45 WNA asal Tiongkok Divonis Denda Cuma Rp.10 Juta


WNA RRC yang menyusup ke Kalbar dan cuma Ditipiring Rp.10 juta.WNA RRC yang menyusup ke Kalbar dan cuma Ditipiring Rp.10 juta.
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pontianak, yang menadili 45 warga negara Tiongkok menyatakan, mereka bersalah melanggar UU No. 6/2011 tentang Keimigrasian.”

DALAM sidang di PN Pontianak, Kamis (15 September 2016), majelis hakim yang diketuai  Maryono menjatuhkan vonis denda sebesar Rp.10 juta kepada masing-masing WN Tiongkok tersebut,  dan atau menjalani hukuman pengganti 7 hari kurungan apabila denda tersebut tidak dibayar.

Ke-45 WN Tiongkok tersebut, kata Maryono,  terbukti bersalah melanggar administrasi tidak memiliki dokumen saat akan bekerja di Kalbar, sesuai UU Keimigrasian.”

Sidang tersebut sempat menjadi perhatian warga, karena selain menghadirkan terdakwa yang sangat banyak, juga diliput oleh banyak media, baik cetak maupun  elektronik setempat  dan nasional.

Kasubsi Lalu Lintas Keimigrasian Kelas IA Pontianak – Agustianur  menyatakan, pihaknya akan segera melakukan deportasi terhadap puluhan warga negara Tiongkok yang sudah divonis bersalah tersebut.  Tiga WNA lainnya orang tidak sampai ke pengadilan, karena pada saat dilakukan pemeriksaan bisa menunjukkan paspor.

“Sidang terhadap warga asing itu materinya hanya pelanggaran tindak pidana ringan (Tipiring, Red.), yakni melanggar UU Keimigrasian, sehingga kami secepatnya akan melengkapi proses administrasinya agar segera dideportasi,” ungkap Agustianur.

Sementara untuk pihak sponsor atau pihak yang mendatangkan WNA tersebut, yakni PT Sepco Sub Kontraktor PT WHW dan Victory akan dilakukan pemanggilan juga, katanya.

Sebelumnya, Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kalbar, Rabu (31 Agustus 2016) mengamankan sebanyak 48 orang warga negara Tiongkok, karena menyusup ke Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara tanpa dokumen resmi.(Artikel terkat > 8 September 2016 > Peristiwa: Kalbar Kebobolan Lagi, Puluhan WNA RRC Diringkus di Ketapang dan Kayong Utara) *borneonusantaratime



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *