Pakar Laktasi di Pontianak: Satu Komponen ASI Bisa Selamatkan Anak dari Kematian


Pakar Laktasi - dr.Utami Rusli saat memberikan pemaparan manfaat ASI.Pakar Laktasi - dr.Utami Rusli saat memberikan pemaparan manfaat ASI.
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-bnt-lingkar“Ketika anak tidak disusui ekslusif untuk enam bulan, mereka lebih mudah terserang diare dan radang paru (premon), ini dua penyebab utama kematian anak di dunia.”

PEMBERIAN ASI bagi bayi yang baru lahir hingga berusia dua tahun, kata Pakar Laktasi – dr. Utami Roesli, SpA., bisa menurunkan risiko anak terkena kanker darah (leukimia) dan kanker neuroblastoma. (Laktasi; keseluruhan proses menyusui, Red).

“Ketika anak tidak disusui ekslusif untuk enam bulan, mereka lebih mudah terserang diare dan radang paru (premon), dua penyebab utama kematian anak di dunia,”ujarnya Senin (22 Agustus 2016), di salah satu hotel di Pontianak dalam rangka Pekan ASI Nasional yang akan dilaksanakan di Kabupaten Landak dan di tingkat provinsi Kalimantan Barat.

Dijelaskannya, menyusui juga membantu melindungi kesehatan ibu. Bila 90 persen ibu menyusui bayinya selama dua tahun, 10 persen dari kematian ibu karena kanker payudara, dapat dicegah tiap tahunnya.

”Dengan angka menyusui saat ini di Indonesia, ada 1.279 kematian ibu karena kanker payudara yang dapat dicegah tiap tahunnya bila angka menyusui meningkat. Angka kematian yang dapat dicegah juga meningkat menjadi 2.082 atau sekitar 800 juta pertahun,” paparnya.

Dengan menyusui juga, kanker pada anak berbeda dengan kanker pada orang dewasa. Kanker pada orang dewasa bisa dicegah sedangkan pada anak tidak bisa dicegah.

Meski kanker pada anak tak bisa dicegah, tapi pemberian ASI eksklusif, kata Pakar Laktasi dr Utami Roesli SpA, bisa menurunkan risiko anak terkena kanker darah (leukimia) dan kanker neuroblastoma.

“Penelitian tahun 2012 menyebutkan bahwa pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan maka risiko anak mengidap kanker darah (leukimia) menurun sebanyak 20 persen. Begitu juga dengan kanker neuroblastoma atau kanker bola mata yang hanya menyerang anak-anak,” ujar dia.

Manfaat mengagumkan ini bisa didapat, lanjut Utami, karena ASI mengandung HAMLET (Human Alpha-lactalbumin Made Lethal to Tumour cells), yakni jenis protein yang dapat membunuh berbagai sel kanker.

“Jadi, kalau ada tumor kanker, HAMLET ini langsung bertugas membunuhnya agar tidak menjadi kanker,” imbuhnya.

Dengan manfaat yang begitu besar dari pemberian ASI, Utami menganjurkan para ibu memperjuangkan pemberian ASI eksklusif tanpa makanan tambahan apapun selama enam bulan pertama kelahiran anak. Lebih lanjut Utami mengungkapkan bahwa manfaat yang diterima akan makin besar jika pemberian ASI dilanjutkan hingga anak berusia 2 tahun.

“Efek perlindungan dari kanker bisa lebih besar yang tidak hanya diterima buah hati, tapi juga sang ibu,” pungkasnya. *borneonusantaratime



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *