Massa LPI dan LPM Bereaksi Karena Kesal Satpol PP Melempem


[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy“Puluhan massa LPI (Laskar Pembela Islam) dan LPM (Laskar Pemuda Melayu) Kota Pontianak, terpaksa bergerak karena koordinasi dengan Satpol PP tak digubris.”

SEJUMLAH THM (tempat hiburan malam)  dan warung internet yang masih buka melebihi batas waktu yang ditetapkan selama Ramadhan,  Jumat (10 Juni 2016) dinihari, disambangi oleh massa LPI dan LPM kota Pontianak.

Mereka kesal, karena aspirasi dan informasi organisasinya dianggap remeh oleh satuan  jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, dalam hal ini Satpol PP (Polisi Pamongpraja).

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pol PP tapi tidak diindahkan, itu sangat disayangkan. Intinya pengawasan ini akan terus dilakukan, tidak hanya selama Ramadhan tapi seterusnya,” kata Wakil Panglima LPI Markas Kalbar – Syarif  Kurniawan. Dia membantah jika apa yang dilakukan pihaknya dinamakan penyisiran  atau sweeping.

Buktinya, di salah satu warnet di Jalan Tani Makmur, ditemukan sejumlah sisa bungkusan minuman keras yang diduga diminum pengunjung warnet.

“Kami meminta walikota untuk mengintruksikan Pol PP agar melakukan penindakan. Andai ke depan pemerintah tidak menindak, maka kami yang akan menindaknya,” tegas, Kurniawan.

Kedua Ormas melakukan pengawasan untuk memastikan bahwa tak ada lagi tempat hiburan malam, panti pijat, warung internet yang masih beraktivitas melebih pukul 00.00 WIB.

“Kami bukan razia, tapi kami mengawal peraturan walikota mengenai jadwal penutupan THM, arena ketangkasan, warnet selama Ramadan,” kata, Kurniawan.

Hasil pengawasan yang dilakukan pihaknya, kata Kurniawan, terbukti masih banyak ditemukan warnet yang buka sampai lewat batas waktu yang ditentukan. Jangan sampai merusak kesucian Ramadan.

“Indikasi kejahatan dimulai dari minuman keras dan itu kami temukan bekas-bekas arak di salah satu warnet. Tempat permainan dijadikan lokasi minum-minuman arak,” ujarnya.

Massa-LPI-dan-LPM-Pontianak

Massa LPI dan LPM yang mengendari kendaraan roda dua itu, mulai melakukan penyirisan dari Jalan Budi Karya, Pontianak Selatan pada seluruh cafe dan tempat hiburan malam yang banyak  di kawasan berdekatan dengan sebuah hotel bintang lima itu.

Karoke Rain di Jalan Perdana tak luput dari perhatian, dilanjutkan dengan mendatangi satu persatu warung internet yang ada di jalan Purnama, Kota Baru dan Danau Sentarum, dan buktinya di ketiga titik itu anggota ormas menemukan warung internet yang masih beraktivitas hingga melewati batas waktu yang telah ditentukan pemerintah.

Tak pelak, pasukan berbaju putih dan hitam itu pun langsung mendatangi warnet dan meminta kepada pemilik untuk menutup usahanya.  Sampai akhirnya mereka menemukan kantong-kantong plastik bekas minuman keras berbau arak di salah satu warnet di Jl.Tani Makmur – Kota Baru yang buru-buru tutup.

Massa baru membubarkan diri sekitar jam 02.00 WIB. Wah, mana nih Satpol PPnya ? *borneonusantaratime

*editor: effendy asmara zola

(Visited 17 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.