Awas! Daging Beku Picu Struck dan Penyakit Jantung


daging-beku-dan-daging-segar-lokal
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy “Kita perlu berhati-hati dan berpikir ulang untuk mengonsumsi daging beku, tidak main-main – daging beku sumber malapetaka bagi Anda.”

 SEPERTI diketahui, pemerintah kewalahan untuk mengatasi harga pasar daging sapi lokal yang mencapai Rp.130 ribu, bahkan hingga Rp.150 ribu/kilo.  Gagal mengatur harga Rp.80 ribu/kilo, Presiden Joko Widodo mengaminkan import daging beku. Itu dimaksudkan  untuk mengatasi lonjakan harga daging sapi lokal menjelang Syawal 1347 H.

Sementara itu, konsumen yang tergiur begitu saja pada harga murah daging beku membuat para pedagang daging sapi lokal mengaku rugi “dipukul” harga murah daging beku.

Pemerhati masalah daging impor kualitas rendah asal Universitas Andalas Padang, Benny Dwika Leonanda, seperti dilansir Pos Metro, Selasa (15 Juni 2016),  meminta pemerintah agar lebih berhati-hati mengimpor daging berkualitas rendah (daging beku), karena dampaknya yang mengerikan terhadap kesehatan.

“Daging berkualitas rendah atau daging beku, mengandung lemak 15 persen lebih berpotensi memicu stroke dan penyakit jantung, katanya.

Menurut Benny, kandungan lemak daging beku di atas 15 persen pasti diolah jadi bakso sate, sosis, makanan siap saji dan lainnya.

“Boleh diteliti di berbagai rumah sakit, seberapa banyak sudah penderita stroke dan jantung yang diyakini akan meningkat. Lalu siapa yang dapat untung, atas penjualan daging sapi impor berkualitas murah itu?,” katanya.

Yang untung, katanya lagi, pasti pelaku farmasi yang menyuplai obat-obat ke Indonesia dan semua ini diindikasi bagian dari konspirasi global, tanpa berfikir menghancurkan Indonesia.

Ia memandang jika daging impor berkualitas rendah itu masih beredar, maka sama artinya selama puasa ini sudah terjual makanan tidak sehat secara massal. *borneonusantaratime



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *