Lim Kuang Tang Serahkan Enggang Badak ke KSDA


[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy“Seekor satwa yang dilindungi – Enggang Badak, diserahkan secara sukarela oleh pemiliknya – Lim Kuang Tang ke pihak BKSDA Kalimantan Barat”

LIM Kuang Tang – warga Jl.Gusti Mochamad Taufik, Desa Terusan – Kecamatan Mempawah Hilir, Kab.Mempawah, menyerahkan seekor burung Enggang Badak kepada pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar, Jumat (13 Mei 2016) sore.

Pihak BKSDA mengevakuasi  Burung Enggang Badak (Buceros rhinoceros) yang sudah dipelihara Lim selama 3 tahun dan diberi nama Cula itu, diterima pihak BKSDA langsung  dari tangan pemiliknya di Kecamatan Mempawah Hilir.

“Satwa ini diserahkan secara suka rela oleh pemiliknya,” kata Kepala BKSDA Kalbar –Sustyo, Sabtu (14 Mei) di kantornya di Pontianak. Menurut Sustyo, dari hasil identifikasi, burung tersebut berjenis kelamin jantan dan dalam kondisi sehat.

“Saat ini burung Enggang Badak sudah diamankan di kantor BKSDA Kalimantan Barat guna perawatan lebih lanjut,”  ia menerangkan.

Burung Enggang ini, tuturnya, termasuk satwa liar yang dilindungi, sehingga jika tidakdiserahkan kepada negara, pemilik bisa dikenakan sanksi dengan tuntutan hukuman selama 5 tahun dan denda sekitar Rp 200 juta.

Sekilas untuk diketahui (dikutip dari situhewan.com), Burung Enggang atau sering juga disebut dengan Burung Rangkong merupakan jenis burung yang mempunyai paruh berbentuk tanduk sapi – tetapi tanpa lingkaran. Burung ini juga mempunyai nama ilmiah Buceros yang artinya Tanduk Sapi dalam bahasa Yunani. Terdiri dari 57 spesies di Asia dan Afrika, 14 di antaranya terdapat di Indonesia.*borneonusantaratime

*editor: effazola

Komentar anda:

(Visited 5 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.