Quraish Shihab: Lindungi Keluarga dari Bahaya Radikalisme dan LGBT Melalui Pemahaman Alquran


Prof.Quraish Shihab (Kemenaq)
[ A+ ] /[ A- ]

Ada-Putih - Quraish-Sihab

Logo-BNT-Baru-2016 - CopyDirektur Pusat Studi Alquran – Quraish Shihab mengatakan, pernikahan atau hubungan seks sesama jenis, tidak dibenarkan dalam ajaran Islam.”

 HAL tersebut dia ungkapkan sehubungan dengan munculnya fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di tengah masyarakat.

Quraish mengungkapkan, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa pernikahan merupakan gaya hidupnya. Barang siapa yang enggan mengikuti gaya hidupnya, lanjut Quraish, maka mereka bukan umat Muhammad.

“Dan gaya hidup Nabi adalah menikah dengan wanita (lawan jenis),” katanya ketika menjadi pembicara dalam acara Islamic Book Fair (IBF) dengan tajuk “Lindungi Keluarga dari Bahaya Radikalisme dan LGBT Melalui Pemahaman Alquran yang Baik dan Benar”, Kamis (3 Maret 2016), dilansir REPUBLIKA.

Gaya hidup Nabi tersebut, kata Quraish, sesuai dengan kecenderungan dan hakikat manusia yang tertarik pada lawan jenisnya. “Bahkan, bila dikaitkan dengan binatang, mereka pun enggan berhubungan dengan sesama jenisnya,” katanya.

Berkaitan dengan hak asasi manusia yang kerap disuarakan sekelompok masyarakat untuk membela kaum LGBT, Quraish menilai dalih tersebut tidak bisa dibenarkan begitu saja. “Apakah Anda akan membenarkan perilaku (LGBT) yang membinasakan kemanusiaan,” katanya.

Oleh karena itu, ia menilai, menikah atau berhubungan seks dengan sesama jenis telah menjungkirbalikkan hakikat kemanusiaan. Dan sanksi Allah akan datang pada mereka yang mengingkari hakikatnya.

Kendati demikian, Quraish mengimbau agar umat tidak melakukan tindakan sewenang-wenang terhadap kaum LGBT. Sebab, menurutnya, mereka adalah orang yang sedang dijangkiti penyakit dan membutuhkan pertolongan dan pengobatan dari umat. *borneonusantaratime/republika

(Visited 11 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.