Pemerintah Sediakan Rp.2,96 Triliun Beasiswa Mahasiswa Kurang Mampu


Ilustrasi; Wisudawan Teknik - Untan, November 2014.Ilustrasi; Wisudawan Teknik - Untan, November 2014.
[ A+ ] /[ A- ]

 Toga-kabarmedan-com                                                                                                        

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy“Supaya bisa dapat beasiswa Bidikmisi, calon mahasiswa kurang mampu harus punya strategi. Diantaranya tidak memilih jurusan yang tingkat kompetisinya tinggi.”

PROGRAM beasiswa pendidikan mahasiswa miskin (Bidikmisi) bisa diakses baik melalui SNMPTN (seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri), SBMPTN (seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri) maupun jalur mandiri.

Ketiganya memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan beasiswa selama persyaratan akademik dan kondisi ekonomi memenuhinya.

Dirjen Pembelajaran Dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristek Dikti –  Intan Ahmad mengatakan, Rabu (2 Maret 2016), bahwa untuk 2016 pemerintah menyediakan anggaran Rp.2,96 triliun bagi 232 ribu lebih mahasiswa dan 60 ribu calon penerima tahun ajaran 2016/2017.

Diakui, jumlah peminat program beasiswa Bidikmisi terus meningkat. Tahun lalu saja tercatat ada lebih dari 370 ribu calon mahasiswa mendaftarkan diri. Tapi karena keterbatasan anggaran, pemerintah hanya bisa menerima 60 ribu mahasiswa penerima Bidikmisi.

“Beasiswa ini terbukti sangat membantu para mahasiswa yang secara ekonomi kurang mampu, tetapi memiliki potensi akademik yang baik,” kata Intan.

Bagi Intan, Bidikmisi, terang Intan, menjadi jawaban untuk masyarakat kurang mampu yang ingin melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. Para penerima tidak hanya dibebaskan dari biaya perkuliahaan tetapi juga memperoleh biaya tambahan untuk hidup.

“Supaya bisa dapat beasiswa ini, calon mahasiswa kurang mampu harus punya strategi. Diantaranya tidak memilih jurusan yang tingkat kompetisinya tinggi,” pungkasnya.

Sejak diluncurkan pada tahun 2010 hingga kini Bidikmisi telah menghasilkan 46 ribu lulusan. Sebagian memilih bekerja, tetapi ada pula yang melanjutkan ke jenjang magister (S2).

Beberapa waktu sebelumnya, Menristek – Mohamad Nasir mengatakan, bahwa tahun lalu (2015) kuota kita hanya untuk 60 ribu mahasiswa, dan tahun ini  diajukan tambahan 15 ribu. Jadi total ada 75 ribu. Penambahan kuota ini sampai saat ini, katanya, masih dalam pembahasan di DPR.

Penambahan 15 ribu paket tersebut disebutkan, sebagai konsekuensi penambahan PTN baru,  karenanya alokasi akan lebih difokuskan bagi mahasiswa di wilayah Indonesia timur.

Beasiswa Bidikmisi tidak hanya membebaskan mahasiswa kurang mampu dari biaya kuliah, para penerima  juga mendapatkan dana tunjangan  hidup sebesar  Rp. 600.000,-  perbulan.  Untuk tahun ini akan diperjuangkan minimal RP. 1.000.000,-/bulan. *borneonusantaratime

*Editor: Effazola



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *