Mahasiswa Untag Buat Tangga Penghasil Energi Listrik


Saiful dan Radutiyo mendemonstrasikan tangga statis penghasil energi listrik mereka.Saiful dan Radutiyo mendemonstrasikan tangga statis penghasil energi listrik mereka.
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Dua mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Jawa Timur, berhasil memecahkan persoalan energi listrik dengan memanfaatkan energi pijakan.”

LUAR BIASA memang penemuan kedua mahasiswa itu, Radityo Jalu Atmojo dan Saiful Efendi. Melalui karya inovatif yang mereka namakan Tangga Statis, energi listrik yang dihasilkan ini dapat menerangi ruangan hingga mengoperasikan peralatan elektronik lainnya.

Inovasi Tangga Statis karya kedua mahasiswa semester tujuh Jurusan Teknik Elektro ini, terinspirasi dari banyaknya anak tangga di sebuah gedung yang seharusnya dapat dimanfaatkan. Beban pijakan pada anak tangga menjadi dasar sumber energi yang bisa digunakan untuk menghasilkan energi listrik.

“Cara kerjanya menggunakan pijakan, dimana pijakan anak tangga itu didesain sedemikian rupa dengan menggunakan pegas dan tuas, yang dihubungkan pada gir dan roda penghubung. Selanjutnya disinkronkan pada sebuah generator yang menyimpan energi listrik yang dihasilkan oleh batere atau aki,” terang Raditiyo kepada Mongabay Indonesia awal pekan ini.

Raditiyo menjelaskan, selama ini keberadaan anak tangga pada sebuah bangunan atau gedung sering dipandang hal yang biasa, bahkan kurang mendapat perhatian alias sebagai pelengkap saja. Padahal, keberadaan anak tangga merupakan syarat utama dan komponen vital sebuah bangunan atau gedung bertingkat.

Keberadaan anak tangga statis saat ini bahkan banyak digantikan oleh anak tangga berjalan atau eskalator maupun lift, yang pengoperasiannya membutuhkan banyak energi listrik dan bergerak terus menerus.

Berbekal besi, rantai, gir sepeda dan peralatan yang semuanya didapatkan dari rongsokan, mereka mendesain dan membuat tangga statis penghasil energi listrik dengan memanfaatkan beban pijakan.

Energi Listrik yang dihasilkan, dapat digunalan sebagai penerangan ruangan.

Energi Listrik yang dihasilkan, dapat digunalan sebagai penerangan ruangan.

Raditiyo mengatakan, banyaknya energi yang dapat disimpan dipengaruhi oleh banyaknya anak tangga yang didesain sebagai penghasil energi listrik –  serta banyaknya orang yang melewati anak tangga dan berat badan yang melintasi anak tangga itu.

“Karena pijakan tersebut dapat menghasilkan energi, kami manfaatkan untuk menghasilkan energi listrik. Jadi, di setiap anak tangga terdapat pegas yang bila dipijak dapat menggerakkan gir dan tuas pada generator,” paparnya.

Saiful Efendi menambahkan, prototype tangga statis penghasil energi ini dibuat secara sederhana. Komponen kelistrikannya seperti alternator, kontrol charge, inverter pengubah arus DC ke AC, dan aki.

“Energi yang disimpan pada batere atau aki bisa digunakan untuk lampu penerangan di ruangan dan beberapa alat elektronik. Kalau kapasitas batere besar, bisa menerangi ruangan lebih banyak lagi,” tegasnya.

Meski belum berencana menawarkan inovasi hasil karyanya ini, Saiful dan Raditoyo mengaku masih akan menyempurnakan model Tangga Statis yang mereka buat ini, terutama mengenai sistem kelistrikan dan mekaniknya.

“Ini cocok diterapkan di gedung yang anak tangganya banyak dilewati orang, seperti pasar dan mall,” ujar Raditiyo. *borneonusantaratime/mongabayindonesia



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *