Jembatan Tayan Bernilai Rp.1,028 Triliun, Diresmikan Presiden Jokowi


Presiden Jokowi saat menyampaikan sambutan meresmikan Jembatan Tayan.Presiden Jokowi saat menyampaikan sambutan meresmikan Jembatan Tayan.
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy“Presiden Jokowi (Joko Widodo) menyatakan kekagumannya, tak menyangka Jembatan Tayan di Kalbar begitu cepat rampung pengerjaannya.”

JEMBATAN   Tayan  di Kecamatan Tayan, Kabupaten Sanggau – Kalimantan Barat, diresmikan oleh Presiden Jokowi, Selasa (22 Maret 2016) siang, didampingi oleh Ibu Negara – Iriana  Joko Widodo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) – Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial – Khofifah  Indar Parawansa, dan Anggota Komisi V DPR-RI – Nusyirwan, serta Gubernur Kalbar – Cornelis.

“Saya senang sekali bisa hadir di tempat ini, sudah dua kali saya kesini, saya tanya jembatan ini kok bisa cepat (pengerjaannya)? Dari Kementerian PUPR menyampaikan, bahwa ini diikerjakan tiga shift, yaitu pagi, siang dan malam, karena jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat,” kata Jokowi dalam sambutan peresmiannya.

Presiden menyampaikan, bahwa sebelum ada jembatan Tayan, mobil dan truk harus naik kapal feri dengan biaya Rp.200.000 – Rp.250.000. Dengan  selesainya pembangunan jembatan tersebut, telah menguntungkan masyarakat.

Secara terpisah Menteri PUPR – Basuki  Hadimuljono mengatakan, bahwa Jembatan tersebut memiliki panjang 1.650 meter yang terdiri dari dua bentang, yaitu Jembatan I sepanjang 430 meter dan Jembatan II panjangnya 1.220 meter.

Selain  jembatan, dibangun juga jalan akses dengan total panjang 3,72 kilometer yang terdiri dari jalan akses utara sepanjang 0,9 kilometer, jalan pulau sepanjang 0,32 kilometer, serta jalan akses selatan sepanjang 2,5 kilometer.

Menteri PUPR - Basuki Hadimuljono dan Gubernur Kalbar - Cornelis.

Menteri PUPR – Basuki Hadimuljono dan Gubernur Kalbar – Cornelis.

“Jembatan tersebut  merupakan jembatan terpanjang di Pulau Kalimantan dan diharapkan dapat meningkatkan konektivitas, menghemat waktu dan biaya penyeberangan, sehingga dapat memberi manfaat langsung untuk masyarakat, pengusaha, dan industri di sekitarnya,” kata Basuki.

Ia mengatakan, Jembatan tersebut menghubungkan Poros Selatan Trans Kalimantan yaitu Kalimantan Timur-Kalimantan Selatan-Kalimantan Tengah-Kalimantan Barat yang terputus oleh Sungai Kapuas di Kecamatan Tayan Hilir. Ia menambahkan, total biaya konstruksi untuk jembatan dan jalan akses sebesar Rp 1,028 triliun.

Basuki menjelaskan bahwa Jembatan Tayan memiliki lebar 11,5 meter dengan tinggi bebas jembatan sekitar 13 meter dari permukaan air banjir. Tinggi ini ditentukan berdasarkan perhitungan terhadap air pasang dan surut, sehingga tidak akan mengganggu lalu lintas air, karena Sungai Kapuas merupakan salah satu nadi transportasi masyarakat Kalimantan Barat.

Jembatan Tayan yang diresmikan Presiden Jokowi tsb.,  termasuk jembatan khusus non standar yang dirancang mampu bertahan hingga 100 tahun minimal – dengan perawatan yang diatur oleh standar yang berlaku.

Jembatan Tayan di Kalbar yang terpanjang di seluruh Kalimantan itu,  dibangun sejak penancapan tiang pertamanya 18 September 2012  dan rampung akhir 2015 setelah melalui berbagai uji teknis.

Pembangunan Jembatan Tayan merupakan salah satu kegiatan penting untuk mendukung ketersediaan infrastruktur jalan dan jembatan di Kalimantan, khususnya Trans Kalimantan termasuk perbatasan Indonesia-Malaysia.  Ini menjadi salah satu prioritas agenda pembangunan dari pinggiran yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia. *borneonusantaratime



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *