Presiden Jokowi Instruksikan Menpora Cabut Pembekuan PSSI


Menpora-dan-bola
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Menpora – Imam Nahrawi menyatakan, bahwa dalam waktu dua hari ini akan mengkaji dari semua aspek untuk rencana pencabutan Surat Pembekuan PSSI” 

DARI beberapa hasil keputusan dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo, Rabu (24 Februari 2016) sore, mengenai masalah sepakbola Indonesia antara lain; Presiden minta supaya Menpora dalam satu dua hari ini, mengkaji semua kemungkinan rencana terhadap pencabutan surat pembekuan terhadap PSSI.

Menurut Kepala Komunikasi Publik Kemenpora – Gatot S Dewa Broto, dalam pertemuan tsb. yang juga dihadiri Wapres – Jusuf Kalla, dan Ketua Tim Ad Hoc PSSI – Agum Gumelar, dijelaskan standing point masing-masing – tentang  tujuan reformasi dan kelanjutan survival PSSI bagi kepentingan berbagai event internasional.

Atas instruksi Presiden Jokowi, Menpora langsung menyatakan menyanggupi untuk mengkaji dari berbagai aspek dengan tetap mengedepankan esensi reformasi atau pembenahan tata kelola sepakbola nasional.  Dimana pemerintah tetap akan menyertakan sejumlah persyaratan, antara lain kesepakatan Kongres Luar Biasa yang sebelumnya ketua Tim Ad Hoc sepakat satu tahun, Menpora dalam rencana kajiannya akan meminta enam bulan.

Dalam proses pengkajian, kata Gatot, apapun hasilnya nanti tidak terkait dengan masalah menang atau kalah. Namun semua itu bagi kepentingan sepakbola yang lebih baik, khususnya menghadapi Sea Games 2017 – dan  Asian Games 2018 – Indonesia sebagai tuan rumah.

“Intinya kita tidak ingin sanksi berlanjut, dan kita ingin memiliki waktu yang panjang untuk menyiapkan Sea Games 2017 di Malaysia dan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018,” kata Menpora usai pertemuan.

Reformasi, akuntabilitas, transparan soal keuangan dan pemerintah – lanjutnya, harus ada dalam bagian baik secara struktural dalam organisasi PSSI.

“KLB akan jadi solusi sebelum kompetisi dimulai. Intinya apapun keputusannya nanti adalah yang terbaik untuk kemajuan sepakbola Indonesia,” pungkas Menpora. *borneonusantaratime

*Editor: EAZ



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *