Anggaran Pengentasan Kemiskinan di Pontianak Tak Terserap Habis


Rumah di Kec.Pontianak Timur."banyak yg tak terakomodir?"
[ A+ ] /[ A- ]

 Logo-BNT-Baru-2016 - Copy“Tidak sedikit anggaran yang dialokasikan  untuk pengentasan kemiskinan di kota    Pontianak, tidak terserap seluruhnya.”

HAL yang sebenarnya merugikan semua pihak itu, disebabkan akurasi data  RT (pengurus) maupun Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), terkadang tidak sesuai dengan persyaratan dan kriteria yang ditetapkan.

Diungkapkan oleh Walikota Pontianak – Sutarmidji yang menyayangkan hal itu terjadi, maka ia minta para pengurus RT/RW serius merekomendasikan apa yang menjadi hak-hak masyarakat, terutama yang kurang mampu.

“Saya minta, apa yang menjadi hak-hak masyarakat betul-betul diurus sesuai dengan persyaratan dan kriteria yang sudah ditetapkan. Kan sayang, banyak anggaran untuk pengentasan kemiskinan tetapi tidak terserap semuanya,” kata Sutarmidji, Selasa (2 Februari 2016) pagi di Aula Sekolah Terpadu Pontianak Timur – dalam acara penyerahan bantuan dana operasional RT/RW se-Kecamatan Pontianak Timur

Walikota Pontianak dua priode itu menyontohkan,  tahun lalu ada anggaran untuk sambungan PDAM sebesar Rp 5 miliar. Namun setelah diverifikasi, yang memenuhi syarat untuk pemasangan sambungan PDAM hanya senilai sekitar Rp 2,1 miliar lebih. Artinya, ungkap Sutarmidji, ada sekitar Rp 2,8 miliar atau 1.700 – 1.800 sambungan yang tidak bisa terserap.

Interior salah satu rumah tak layak huni di Kecamatan Timur, hanya berlapis dinding triplex bekas seadanya. Foto terbaru, medio Januari 2016.

Interior salah satu rumah tak layak huni di Kecamatan Timur, hanya berlapis dinding triplex bekas seadanya dg kabel listrik yg simpang siur rawan kebakaran. Foto terbaru, medio Januari 2016.

Demikian pula bantuan pemerintah pusat bagi rumah tidak layak huni.  Dari sekian ribu rumah yang dialokasikan, yang memenuhi kriteria hanya 500  unit rumah lebih yang berhak mendapat bantuan.

“Banyak yang berhak dapat bantuan, justru tidak dimasukkan di dalam usulan. Akhirnya dipenuhi lewat APBD. Padahal rumah-rumah yang tidak layak huni itu ada yang lokasinya dekat kantor lurah, ada yang jaraknya hanya tiga rumah dari rumah ketua RT,” ungkapnya kesal.

Dalam kesempatan itu, secara simbolis Walikota Sutarmidji menyerahkan bantuan dana transportasi  bagiRT/RW se-Kecamatan Pontianak Timur masing-masing Rp.1,-juta untuk 382 RT dan 83 RW. *borneonusantaratime

Editor: EAZ

Komentar anda:

(Visited 3 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.