Amoral, Sejumlah Walikota dan Bupati Larang Rayakan Valentine Day


[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy“Sejumlah walikota dan bupati melarang keras warganya merayakan Valentine Day yang bernuansa perbuatan asusila tersebut.”

LIHAT saja misalnya Walikota Makassar – Ir.H.Mohammad Ramdhan Pomanto yang teguh dengan komitmen awalnya sejak 2015. pada 2016 ini secara resmi melarang pula perayaan Valentine Day alias Hari Kasih Sayang. Larangan khususnya difokuskan kepada kalangan pelajar, peserta didik dan instansi terkait, demi menjaga akhlak dari pengaruh perbuatan asusila.

Ramdhan yang akrab disapa dengan nama panggilan Dhani itu, juga melarang penjualan suvenir Valentine. Menurutnya, Valentine mengajak kepada kesesatan dan mengarahkan pada perbuatan asusila.

“Saya melarang perayaan itu, termasuk penjualan suvenir-suvenir Valentine yang bergambar love atau hati,” tegasnya.

“Anak sekolah dilarang merayakan hari valentine yang tidak mendidik dan amoral,” katanya.

Bahkan tak tanggung-tanggung Walikota Makassar itu  mengatakan akan menerjunkan aparat Satpol PP bekerja sama dengan pihak TNI dan Polri dalam  operasi pengawasannya.

Apa yang disebut sebagai perayaan hari kasih sayang tiap 14 Februari itu, menurut Dhany,  bisa negatif karena dipersepsikan ke dalam hal yang berbau narkoba, minuman keras, serta seks bebas dan penyalahgunaan kondom. Ini tidak sesuai dengan nilai luhur dan norma budaya, jadi sangat perlu  dicegah dari perbuatan asusila terutama kalangan pelajar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar – Alimuddin  Tarawe, juga menerbitkan Surat Edaran resmi per 5 Febr 2016,  ditujukan kepada para kepala sekolah dan unit pendidikan lainnya terkait pelarangan Valentine Day tsb.

Walikota – Mohammad Danny Pomanto, Sabtu (6/2/2016), menyebutkan, dirinyalah yang meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar untuk mengeluarkan Surat Edaran tersebut.

Sementara itu Bupati Pasuruan – HM. Irsyad Yusuf, S.E, MMA,  juga secara resmi melarang Valentine Day di daerahnya.

Dalam Surat Edaran yang ditandatanganinya, ia minta supaya mengantisipasi perayaan Valentine Day yang bisa merusak kearifan lokal dan tidak sesuai dengan budaya kita.

Semenjak tahun 2015 silam,  tak cuma Walikota Makassar, juga Surabaya, Depok, Banda Aceh, dan Padang  resmi melarang perayaan amoral Valentine Day.

Bagaimana dengan daerah lain menyikapi perayaan yang bermuatan amoral yang dikemas dengan label Kasih Sayang tersebut? *borneonusantaratime/berbagaisumber

(Visited 4 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.