Asap Kian Pekat, Napas Makin Tersekat


Kabut asap, lokasi Bundaran Tugu Digulis depan gerbang Kampus Untan, Pontianak.Kabut asap, lokasi Bundaran Tugu Digulis depan gerbang Kampus Untan, Pontianak.
[ A+ ] /[ A- ]

 BNTIME-Logo-OK“Kondisi alam yang tidak bersahabat akibat pembakaran hutan lahan yang menimbulkan     asap pekat mengabut, ternyata belum juga berakhir menghantaui warga kota Pontianak dan sekitarnya.”

TANPA maklumat atau imbauan dari pemangku kekuasaan, warga kota Pontianak dan sekitarnya pada kabupaten terdekat dengan ibukota provinsi Kalimantan Barat ini, dengan sendirinya menyadari akibat buruk dari dampak pembakaran hutan lahan (karhutla) tsb.

Warga menutup pintu-jendela bahkan fentilasi, karena napas makin tersekat oleh kabut-asap yang kian pekat dan sudah menerobos rumah, kantor, ruang kelas, dan ruang kuliah di kampus-kampus, rumah ibadah, dan lain-lain tempat. Sementara Walikota Pontianak beberapa waktu sebelumnya mengimbau, untuk tidak keluar rumah kalau tidak penting benar. Itu pun mesti mengenakan masker.

Libur sekolah yang semula dari Kamis (10 September 2015) dan masuk kembali Senin (14 September), kembali diatur jadwalnya. Anak-anak sekolah dipulangkan lebih awal pada hari Rabu (16 September), karena kabut asap makin menghawatirkan.

Pemkot Pontianak kembali mengeluarkan maklumat meliburkan anak sekolah hingga Sabtu (19 September 2012), tak hanya dari tingkat PAUD/TK sampai SMP, kegiatan belajar-mengajar setingkat SMA juga diliburkan mengingat terpaan kabut asap yang luar biasa.

Jika kondisi kabut asap memburuk terus, Walikota – Sutarmidji menyatakan, kebijakan yang diambilnya ihwal belajar-mengajar tsb. – libur akan diperpanjang. Menurutnya, kabut asap yang menerpa Kota Pontianak dewasa ini merupakan asap kiriman dari kabupaten lain di Kalbar maupun provinsi lain yang bertetangga dengan Kalbar.

Namun demikian, apabila kondisi asap makin memburuk, kebijakan tersebut akan diperpanjang kembali. Dijelaskan Sutarmidji, kabut asap yang menyelimuti Kota Pontianak saat ini merupakan asap kiriman dari kabupaten lain di Kalbar maupun provinsi yang bertetangga dengan Kalbar.

Seperti diketahui, saat ini dampak yang ditimbulkan oleh karhutla telah mendera tidak cuma Kalbar, tapi juga Kalteng, Riau, Jambi, dan Sumsel. Namun kondisi yang menghawatirkan ini, oleh pemerintah pusat belum juga dinyatakan sebagai bencana nasional. *borneonusantaratime



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *