Kabupaten Landak Juara Lomba Masak Serba Ikan


Gubernur Cornelis dan istri, Ny.Fredrika Cornelis - Ketua Penggerak PKK, menyaksikan masakan serba ikan.Gubernur Cornelis dan istri, Ny.Fredrika Cornelis - Ketua Penggerak PKK, menyaksikan masakan serba ikan.
[ A+ ] /[ A- ]

“Dengan lomba memasak serba ikan, bisa menjadi pendorong masyarakat untuk  lebih banyak mengkonsumsi ikan, karena di lomba ini ada berbagai jenis dan ragam masakan ikan. Ikan itu penting untuk kesehatan dan kecerdasan masyarakat kita.“

HAL tersebut dinyatakan Gubernur Kalbar – Cornelis saat memberi sambutan membuka kegiatan Forum Komsumsi Ikan (Forikan) dengan lomba memasak serba ikan selain donor darah dalam rangka 50 tahun Bank Kalba yang diselenggarakan di Rumah Radank (rumah betang) Jl.Sutan Syahrir –   Pontianak, Selasa (19/8) pagi.

“Tingkat konsumsi ikan di Kalimantan Barat masih rendah, sementara potensi ikan di Kalbar sangat banyak, bahkan di kampung atau desa tinggal menebar jala di sungai atau mancing sudah dapat ikan,  tapi aneh tingkat konsumsi ikan kita masih rendah,” kata Cornelis.

Komsumsi ikan di Kalbar masih rendah, lanjut Cornelis,  sedangkan Jepang misalnya – tertinggi  di dunia dalam konsumsi ikan, “maka tidak heran masyarakatnya cerdas, Honda, Suzuki  kita pakai hingga saat ini, ini contoh,”  improve gubernur Kalbar itu.

Di sisi lain, kta Cornelis pula, aneka ragam ikan yang ada di Kalbar baik  ikan laut maupun  ikan sungai, merupakan potensi yang harus dikembangkan. “Walaupun ini bukan urusan wajib kita, tapi untuk bisa menyerdaskan masyarakat, kita upayakan mengkampanyekannya untuk lebih banyak mengkonsumsi ikan,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalbar – Gatot Rudiyono menerangkan, bahwa  tidak semua di antara 14 Kabupaten dan Kota di Kalbar yang tinggi  dalam mengkonsumsi ikan, hanya Kota Pontianak dan Kapuas Hulu.  Lainnya masih rendah, maka dengan lomba ini diharapkan bisa mendorong daerah kabupaten lainnya untuk bisa mengajak masyarakat agar  bisa menkonsumsi ikan dalam beraneka masakan.

Diterangkannya,  bahwa lomba  di ikuti oleh 14 Kabapaten dan Kota,  nantinya pemenang atau juara pertama akan dikirim menjadi utusan Kalbar untuk lomba yang sama di tingkat nasional.

Dari hasil keputusan dewan juri yang terdiri dari lima orang,  masing-masing dari SMK 5 Pontianak, PHRI (persatuan hotel dan restoran), Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalbar, Dinas Kesehatan, dan dari sebuah hotel di Pontianak,  diputuskan sebagai juara pertama adalah utusan dari Kabupaten Landak dengan nilai 116,7,  juara II Kabupaten Sanggau dengan 112, 6 dan juara III  Kabupaten Mempawah dengan nilai 112,4.   Jura Harapan I, II, III masing-masing Kota Pontianak, Kabupaten Bengkayang,  dan Kabupaten Sekadau.

Maria Heriadi  dari Kabupaten Lendak mengatakan, bahwa kesiapannya dengan berbagai masakan serba ikan  merupakan kreasi bersama. Sementara untuk persiapan tingkat nasional, kata Maria, akan belajar lagi dan membenahi kesiapan dari sekarang hingga pelaksanaan di tingkat nasionali. *bntime



Komentar anda:

komentar




Comments are closed.