Perempuan Kok Cuma Dijadikan Pajangan Politik


IlustrasiIlustrasi
[ A+ ] /[ A- ]

Pembangunan di berbagai sektor di Kalimantan Barat masih banyak yang kurang memperhatikan akan prespektif gender atau lebih mengenyampingkan kaum perempuan, hal ini bisa di lihat dari beberapa sektor pembangunan.

ASISTEN Deputi Gender bidang Politik  dan Pengambilan Keputusan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak – Ahmad Darsono Sudibyo mengungkapkan hal itu kepada sejumlah wartawan, Rabu (28/5),  di sela acara  FGD (focus group discution) Bidang Politik dan Pemerintahan yang diprakarsai oleh Kantor Litbang Provinsi Kalbar.

“Kita melihat banyak infrastruktur yang kurang memperhatikan itu, termasuk juga kepada lansia dan penyandang cacat. Kita ingin ke depan pembangunan bisa  mengakomodir itu, terutama kaum perempuan bisa berperan,” kata Ahmad Darsono.

Ahmad Darsono sebagai salah seorang nara sumber kegiatan yang mengangkat tema Peran serta Pemerintah dalam Percepatan Pembangunan yang Responsib Gender di Kalbar, itu  mengatakan, bahwa kesetaraan gender memang sudah digaungkan sejak lama.  “Namum pada praktiknya  masih banyak yang menyepelekan hal tersebut.” ujarnya.

“Dalam politik misalnya, banyak perempuan hanya menjadi pajangan politik,”ungkapnya lagi.

“Perlu peran statergis pemerintah dan juga kaum perempuan sendiri untuk bisa berperan serta secara adil dalam pembangunan bangsa ini,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Kantor Balilbang Provinsi Kalbar – Yohanes  Budiman, S.IP, M.Si mengakui,  bahwa untuk kesetaraan gender di Kalimantan Barat memang masih memerlukan advokasi dan peran serta semua pihak termasuk pemerintah.

“Akan tetapi di pemerintahan Provinsi Kalimantan Barat sudah memadai,” katanya.

Dari jajaran Esselon II, katanya, ada beberapa jabatan Kepala Badan atau Kepala Dinas dijabat oleh kaum perempuan.  “Sementara untuk di lingkup politik masih kita lihat kiprah kaum perempuan Kalbar,” terangnya.

Diharapkannya,  dengan FGD ini bisa memberikan solusi atau langkah bagaiman pembangunan di Kalbar bisa berprespektif gender,  dan kaum perempuannya bisa beperan aktif dalam menentukan pembangunan dan kebijakan pembangunan. *bntime



Komentar anda:

komentar




Comments are closed.