Alasan Chairul Tanjung Cuma Mau 5 Bulan Jadi Menteri


Chairul Tanjung. (foto: Istimewa)
[ A+ ] /[ A- ]

“Kongklomerat Chairul Tanjung atau yang akrab dipanggil CT ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  sebagai Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian menggantikan Hatta Rajasa. Sebagaimana diketahui Hatta Rajasa telah mengundurkan diri untuk maju sebagai calon wakil presiden (Cawapres) mendampingi calon presiden (Capres) Prabowo Subianto.”

MENURUT rencana pelantikan CT sebagai Menko Perekonomian akan dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/5).

“Saya telah mengambil keputusan mengangkat Saudara Chairul Tanjung menjadi menko perekonomian yang baru,”  kata SBY kepada wartawan di kepresidenan, Jakarta, Jumat (16/5) siang.

“Beliau bukan orang baru dalam government. Sebagai ketua KEN (Komite Ekonomi Nasional…., Red.)  beliau dekat dan membantu saya dalam memajukan ekonomi dan mengatasi masalah-masalah yang berhububungan dengan kita, itu dapat dijalankan dengan baik,” jelas SBY.

Menurut SBY, sejak 2004 lalu saat penyusunan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) I, ia telah mengajak CT untuk masuk kabinet, tapi kongklomerat yang satu ini lebih suka memilih bekerja di luar kabinet dalam membangun bangsa.

Kepada wartawan  Chairul Tanjung mengemukakan, bahwa mulai hari ini, dia mengundurkan diri dari posisi semua perusahaan miliknya, untuk menjaga governance atau tata kelola pemerintahan yang ada.

“Ini agar terjadi tata kelola yang baik, tidak ada conflict of interest  yang terjadi. Dan saya akan berkonsultasi secepat-cepatnya dengan aparat hukum kita, apakah itu KPK, kejaksaan, kepolisian,” jelas sang kongklomerat.

Semula  beberapa kali Ketua KEN ini menolak tawaran Presiden SBY untuk menggantikan Menko Perekonomian Hatta Rajasa yang mengundurkan diri itu, tapi tak bisa menolak lagi saat dipanggil presiden Jumat (16/5) siang.

Kepada wartawan di, CT menjelaskan alasan akhirnya bersedia di kabinet: “Kita tahu lima bulan ke depan adalah bulan-bulan politik yang akan hangat luar biasa, siapa capres – cawapres, setelah itu siapa presiden dan siapa wapresnya.  Semua hiruk pikuk ini akan berakibat tidak ada yang fokus pada masalah ekonomi.”

Namun CT menyatakan, dirinya hanya bersedia  cukup 5 bulan fokus di kursi kabinet sampai akhir masa jabatan 20 Oktober yad. Setelah itu dia  tidak akan bersedia lagi jika diminta oleh presiden yang akan datang untuk melanjutkan jabatannya, atau menjadi menteri lagi.  Dengan demikian, lanjut CT, dirinya tidak terkena permasalahan conflict of interest karena harus mendukung satu dan yang lainnya. *bntime

(Visited 8 times, 1 visits today)

Comments are closed.