Siaaap! Puluhan Polwan di Surabaya Mulai Berjilbab


Para Polwan Berjilbab
[ A+ ] /[ A- ]

“Bukan perkara mudah bagi Polisi Wanita (Polwan) RI Muslimah untuk mewujudkan keinginan berjilbab. Setelah cukup lama menunggu yang boleh disebut sebagai perjuangan dalam diam-diam, akhirnya mereka diperkenankan memakai jilbab sebagai seragam tugas.”

SEBELUMNYA Kebijakan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), melarang Polwan berjilbab. Kebijakan yang tidak bijak itu mengundang reaksi keras berupa kecaman dan protes dari segenap lapisan masyarakat.
Larangan berpijak pada Keputusan Kapolri No.Pol Skep 702/IX/2005 tentang Polwan harus mengikuti aturan penyeragaman pakaian dinas Polisi.

Setelah dikecam habis-habisan dengan berbagai argumentasi oleh berbagai Ormas Islam bahkan sejumlah Parpol dan segenap lapisan masyarakat, akhirnya Kapolri Jendral Timur Pradopo melunak (Juni 2013).

“Saya justru berterimakasih kepada publik, karena Polri diperhatikan, bahkan sampai kepengurusan pakaian”, ujar Timur Pradopo – Kapolri kala itu. Timur pun ketika itu berjanji segera mengagendakan kontroversi berjilbab dalam diskusi internal Polri.

Melunaknya Jendral Timur Pradopo membuat lega para Polwan Muslimah. Mereka pun sudah banyak yang berani berjilbab walaupun belum resmi dikumandangkan izinnya.

Belakangan pengganti Timur Pradopo, Kapolri yang baru – Jendral Sutarman, memutuskan, Polwan diperkenankan berjilbab.
Keputusan resmi tersebut disambut gembira tidak saja oleh para Polwan Muslimah, tapi juga oleh segenap lapisan masyarakat.

Alhamdulillah, keputusan Kapolri Jendral Sutarman, dimulai dari Jawa Timur. Puluhan Polwan di Polrestabes Surabaya tak ragu-ragu lagi berhijab.

Bahkan H,Syarif Yusuf Alqadrie – warga kota Pontianak (Kalimantan Barat), menyatakan terharu dan berterimakasih pada pucuk pimpinan Polri. Secara pribadi dia menyampaikan doa, agar Jendral Sutarman dilindungi Allah SWT dalam menjalankan tugas bersama jajarannya di seluruh tanah air, dan selalu sehat walafiat.

“Ana nonton televisi kalau Polwan di Surabaya hari Jumat, (22/11), sudah mulai pakai jilbab. Ana yakin, jilbab tidak akan mengganggu kelancaran tugas para Polwan baik di staf maupun di lapangan. Sebaliknya sedikitnya dapat mengembangkan hubungan interaksi positip Polri khususnya Polwan dengan masyarakat“, kupas H.Syarif Yusuf yang jebolan FISIP Untan – Pontianak itu.

Sementara Kapolrestabes Surabaya – Kombes Setiya Junianta menyatakan; Polwan yang ingin berjilbab, silakan berjilbab. Ini adalah perintah pimpinan.

Di Polrestabes Surabaya menurut Setiya Junianta, ada 40 Polwan yang mengajukan izin dan sudah mengenakan Jilbab saat bertugas, dari 146 Polwan di jajarannya – sampai ke Polsek-Polsek.

“Jumlah tersebut mungkin bisa bertambah”, ujar Kombes Setiya Junianta.(bntime)

(dari berbagai sumber)



Komentar anda:

komentar




Comments are closed.