BIMTEK Pendidikan Politik Calon Pemilih Pemula Kalbar


Wagub Kalbar - Christiandy Sanjaya.(Foto: Ahmad Almadali/ BoNuS Time)
[ A+ ] /[ A- ]

“Pemilihan Umum sebagai sarana demokrasi telah digunakan oleh sebagian besar negara di dunia, termasuk Indonesia yang memiliki latar belakang masyarakat yang heterogen. Pemilu memungkinkan untuk mengakomodir keinginan dan cita-cita semua pihak, sehingga terwujud kehidupan yang lebih baik,”

HAL itu dikatakan Wakil Gubernur Kalbar – Drs.Christiandy Sanjaya, MM saat membuka dan memberikan pengarahan pada peserta Bimtek (Bimbingan Teknik) Pendidikan Politik Bagi Calon Pemilih Pemula, Senin pagi (29/4).

Bimtek sehari diberikan kepada sejumlah pelajar tingkat SLTA Kota Pontianak dan Kab.Kubu Raya. Dilaksanakan oleh Badan Kesbangpol Provinsi Kalbar bertempat di sebuah hotel di Kota Pontianak.

“Tempatkan diri sebagai peserta mewakili sekolah sebagai persiapan bagi calon pemilih pemula. Gunakan hak dalam event ini, sosialisakan kepada teman-teman yang tak memiliki kesempatan ikut Bimtek ini,” kata Christiandy Sanjaya kepada peserta Bimtek.

Dikatakan olehnya, di belahan bumi manapun hampir tak ada penyelenggara pemilu yang tidak menyoroti pemilih pemula. Di Indonesia, pemilih dengan kisaran usia 17-21 tahun yang berstatus pelajar dan mahasiswa selalu menjadi topik, agar mereka berpartisipasi secara aktif dalam pemilu.

“Semua pihak setuju, dan tidak mau kalau pemilih pemula tidak memiliki pendirian politik, atau suaranya mengambang dalam pemilu,” jelasnya.

Karena konstitusi di republik ini, lanjut Christiandy Sanjaya, memilih dalam pemilu adalah hak bagi warga negara. Berbeda dengan Negara Republik Rakyat China, Australia, atau negara-negara lain yang menganggap wajib bagi warga negara, dan dikenai sanksi hukum bagi yang tidak memilih.

Maka kesadaran untuk menggunakan hak pilih, kata Wagub Kalbar itu, patut digelindingkan ke seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok pemilih pemula. Akan menjadi semacam kesalahan dan rasa malu yang teramat sangat jika tidak ikut memilih.

“Hak Pilih harus kita sertai dengan kewajiban. Gunakanlah hak pilih dalam menentukan pilihan. Kita ingin, pemilih pemula mengetahui hak dan menjalankan kewajiban,” paparnya.

Dijelaskan olehnya, pendidikan politik bagi pemilih pemula merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Begitu juga di sekolah, para pelajar SLTA pasti sudah mendapatkan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN). Di dalamnya disinggung tentang demokrasi dan mungkin juga tentang pemilihan umum.

“Kita harapkan para pemilih pemula menggunakan hak pilihnya dengan baik, dan menyukseskan Pemilu Walikota Pontianak dan Bupati Kubu Raya beberapa bulan ke depan, sekaligus Pemilu 2014,” harapnya. *BoNuS*

Editor: EAZ

 

(Visited 11 times, 1 visits today)

Comments are closed.